Bahlil Lahadalia Tegur Kader Golkar: Siapkan Payung Sebelum Hujan

- Kamis, 11 Desember 2025 | 01:25 WIB
Bahlil Lahadalia Tegur Kader Golkar: Siapkan Payung Sebelum Hujan
Bahlil Lahadalia Minta Kader Golkar Lebih Peka, Siapkan Payung Sebelum Hujan

Bahlil Lahadalia Minta Kader Golkar Lebih Peka: "Siapkan Payung Sebelum Hujan"

PARADAPOS.COM - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan instruksi tegas kepada seluruh kadernya, terutama yang menduduki jabatan di lembaga legislatif dan eksekutif, untuk selalu meningkatkan kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pesan penting ini disampaikan Bahlil dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) anggota Fraksi Golkar DPRD Provinsi dan Kota/Kabupaten Tahap II yang berlangsung di Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).

Pentingnya Kebijakan yang Pro Rakyat dan Mitigasi Bencana

Dalam arahan tertutupnya, Bahlil menekankan bahwa anggota dewan dari Partai Golkar harus mampu merumuskan kebijakan, pemikiran, dan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan riil rakyat.

"Contoh konkretnya adalah dalam urusan penanganan bencana. Kader kita di legislatif dan eksekutif harus aktif memikirkan dan menyiapkan berbagai langkah mitigasi yang efektif," ujar Bahlil.

Peringatan Keras: Jangan Sampai Kelabakan Saat Bencana

Bahlil memberikan peringatan keras agar para kader tidak hanya bertindak reaktif setelah bencana terjadi. Menurutnya, langkah-langkah antisipasi harus sudah disiapkan jauh sebelumnya.

"Jangan sampai sudah hujan baru kita semua kelabakan. Prinsipnya adalah sebelum hujan, kita harus siapkan payung terlebih dahulu. Jika pejabat baru bergerak setelah bencana, maka kapasitas dan sumber daya akan kewalahan," tegas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Dengan arahan ini, Bahlil berharap seluruh kader Partai Golkar dapat lebih proaktif, antisipatif, dan solutif dalam menjalankan tugasnya untuk melayani kepentingan rakyat.

Editor: Joko Susilo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar