Bangkai Orangutan Tapanuli Ditemukan Tertimbun Kayu di Tengah Operasi SAR
Tim SAR Gabungan menemukan fakta memilukan dalam operasi pencarian dan pertolongan korban bencana di Pulo Pakkat, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Mereka menemukan bangkai satwa langka yang dilindungi, yaitu orangutan Tapanuli.
Lokasi Penemuan yang Sulit Dijangkau
Lokasi temuan bangkai orangutan Tapanuli ini berjarak sekitar 6 kilometer dari Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Yang lebih menyedihkan, satwa langka itu ditemukan dalam kondisi tertimbun kayu gelondongan.
Medan menuju lokasi tersebut dilaporkan sangat sulit. Relawan dari Divisi Kebencanaan Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Tapanuli Selatan, Decky Candrawan, menyatakan bahwa akses hanya bisa ditempuh dengan menyeberangi sungai.
Kronologi Penemuan Bangkai Orangutan
Decky Candrawan mengungkapkan, awalnya tim mengira yang terlihat adalah jenazah manusia karena hanya bagian tangan yang terlihat. Setelah material kayu dan lumpur dibongkar, barulah teridentifikasi sebagai bangkai orangutan.
"Berdasarkan pengamatan, itu orangutan betina remaja. Kondisi tubuhnya sekitar 80 persen masih utuh, sebagian sudah mengalami pembusukan," jelas Decky. Ciri fisik seperti bulu berwarna jingga dan struktur tengkorak yang khas masih tampak jelas.
Evakuasi Tertunda, Fokus pada Korban Manusia
Bangkai orangutan Tapanuli tersebut untuk sementara telah diamankan dan diberi penanda. Namun, proses evakuasi belum dapat dilakukan karena keterbatasan personel dan prioritas operasi SAR yang masih berfokus pada pencarian korban manusia hilang di seluruh lokasi terdampak bencana.
"Kami fokus pada pencarian korban manusia terlebih dahulu. Pada waktu bersamaan juga ada temuan jenazah korban banjir yang harus segera dievakuasi," terang Decky.
Konteks Bencana dan Korban Meninggal
Penemuan ini terjadi di tengah operasi SAR pasca-bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban meninggal dunia di ketiga provinsi tersebut menjadi 1.006 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan rincian terbaru: Aceh 415 jiwa, Sumatera Utara 349 jiwa, dan Sumatera Barat 242 jiwa. Tambahan 11 korban ditemukan pada hari penemuan bangkai orangutan tersebut.
Artikel Terkait
Guru Ngaji di Tangerang Cabuli Empat Murid Remaja dengan Dalih Bersihkan Gangguan Jin
Prabowo Sindir Pihak Pesimis: Indonesia Justru Negara Paling Aman di Dunia
Korban Tewas Kecelakaan Beruntun di Stasiun Bekasi Timur Bertambah Jadi 16 Orang
Prabowo Ingin Hidup Seribu Tahun untuk Saksikan Indonesia Berjaya