Fernando mempertanyakan sensitivitas Presiden terhadap kinerja para pembantunya dan menilai ada pejabat yang tidak optimal dalam menjalankan tugas.
Desakan untuk Mundur dari Jabatan
“Atas dasar itu, sebaiknya Dadan mundur dari posisinya sebagai Kepala BGN. Sejak awal terlihat tidak mampu menjalankan tugas, dan aktivitas bermain golf di tengah bencana menunjukkan minimnya empati,” tegas Fernando. Ia menegaskan bahwa rakyat akan terus mengawasi dan menilai kinerja para pejabat negara.
Pembelaan dari Kepala BGN
Di sisi lain, Dadan Hindayana membenarkan dirinya bermain golf. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut adalah turnamen rutin akhir tahun Persatuan Golf Alumni (PGA) IPB untuk menjaga silaturahmi.
“Tahun 2025 ini turnamen sekalian menggalang dana beasiswa dan bantuan bencana Sumatera,” ujar Dadan. Ia menegaskan kehadirannya sebagai Ketua Dewan Pembina PGA IPB adalah untuk memberikan dukungan kepada para alumni yang peduli terhadap korban bencana di Sumatra.
Kasus ini menyoroti pentingnya sensitivitas dan akuntabilitas pejabat publik, terutama dalam merespons situasi darurat dan menjalankan program strategis pemerintah.
Artikel Terkait
Dokumen Epstein: Kaitan Hary Tanoe, Trump, dan Misteri Indonesian CIA Terungkap
10 Surat Tanah Tidak Berlaku 2026: Girik, Letter C, Petuk Wajib Sertifikat
5 Rekomendasi Bare Metal Server Terbaik 2024: IDCloudHost, OVHcloud, Hetzner, dll.
Siapa Ayah Kandung Ressa Rossano? Denada Akui Anak, Adjie Pangestu Bantah