PARADAPOS.COM - Iran melaporkan kemajuan signifikan dalam pemulihan pasca-serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah setempat mengklaim sekitar 80 persen dari seluruh lokasi yang mengalami kerusakan akibat agresi militer tersebut kini telah berhasil diperbaiki. Perbaikan ini mencakup berbagai infrastruktur vital di Provinsi Teheran yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah dalam konflik yang berlangsung sejak 28 Februari hingga 7 April lalu.
Pemulihan Cepat di Provinsi Teheran
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, menyiarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi angka tersebut. Wakil Gubernur Teheran, Seyyed Kamaleddin Mirjafarian, memberikan rincian lebih lanjut mengenai skala kerusakan yang terjadi di ibu kota.
“Lebih dari 60.000 unit perumahan dan (fasilitas) komersial di Provinsi Teheran terkena serangan Amerika-Zionis selama perang ketiga yang dipaksakan,” ungkapnya dalam sebuah pernyataan yang dikutip media setempat.
Pernyataan ini memberikan gambaran tentang betapa masifnya dampak yang dirasakan oleh warga sipil. Bayangkan, puluhan ribu rumah dan tempat usaha harus diperbaiki dalam waktu yang relatif singkat. Proses rekonstruksi ini tentu membutuhkan koordinasi lintas sektor dan sumber daya yang tidak sedikit.
Kerugian Ekonomi yang Mencengangkan
Di luar upaya perbaikan fisik, dampak ekonomi dari serangan tersebut tercatat sangat besar. Berdasarkan penghitungan independen, Iran menderita kerugian langsung dan tidak langsung sekitar 270 miliar dolar AS. Jika dikonversi, angka tersebut setara dengan lebih dari Rp4.727,4 triliun, sebuah jumlah yang mencengangkan dan pasti membebani perekonomian negara.
Kerugian ini tidak hanya terbatas pada bangunan tempat tinggal. Infrastruktur strategis negara ikut menjadi sasaran. Jembatan, pelabuhan, dan jaringan kereta api dilaporkan mengalami kerusakan langsung. Dunia pendidikan dan riset juga tidak luput, dengan sejumlah kampus dan pusat penelitian ikut terkena dampak.
Beberapa pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air, yang sangat krusial bagi kebutuhan dasar masyarakat, juga tercatat rusak atau hancur. Lebih memprihatinkan lagi, sejumlah besar rumah sakit, sekolah, dan rumah-rumah warga sipil turut menjadi korban, menunjukkan betapa luasnya dampak konflik tersebut terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.
Artikel Terkait
Sembilan WNI Korban Kekerasan Fisik saat Ditahan Israel Kini Selamat di Istanbul
11 Negara Serentak Kecam Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Usai Video Ejek Relawan Kemanusiaan yang Ditahan Viral
USS Nimitz Masuki Perairan Karibia di Tengah Ketegangan AS-Kuba dan Tuntutan Pidana Trump terhadap Raul Castro
430 Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Fisik dan Psikologis Usai Ditahan Israel di Perairan Internasional