PARADAPOS.COM - Pemerintah Iran melalui Kementerian Luar Negerinya pada Jumat, 22 Mei, melontarkan kecaman keras terhadap sanksi terbaru yang dijatuhkan Amerika Serikat. Sanksi tersebut menargetkan Duta Besar Iran untuk Lebanon, Mohammad Reza Raouf Sheibani, bersama sejumlah pejabat Lebanon lainnya. Langkah Washington ini dinilai Teheran sebagai bentuk tekanan politik yang tidak berdasar dan provokatif.
Kecaman atas Tuduhan Merusak Kedaulatan
Kecaman ini muncul sehari setelah Departemen Keuangan dan Departemen Luar Negeri AS mengumumkan daftar hitam terhadap sembilan individu. Washington menuding mereka membantu kelompok Hizbullah dalam upaya “merusak kedaulatan Lebanon.” Tuduhan itu langsung dibantah keras oleh pihak Iran.
Dalam pernyataan resminya, Kemenlu Iran menyebut sanksi tersebut sebagai tindakan yang “konyol.” Lebih dari itu, mereka menilai kebijakan ini sengaja dirancang untuk melemahkan kedaulatan Lebanon dan memicu perpecahan di tengah masyarakat negara tersebut.
Tudingan Keterlibatan dengan Israel
Pernyataan Kemenlu Iran juga menyoroti apa yang mereka sebut sebagai keterlibatan lebih jauh pemerintah AS bersama Israel. Teheran menuding kedua negara tersebut tengah melakukan “agresi militer” dan “kejahatan keji” terhadap Lebanon. Narasi ini menjadi dasar bagi Iran untuk menolak legitimasi sanksi yang dijatuhkan.
“Pemberian sanksi kepada duta besar Iran ini merupakan tindakan ilegal dan tidak beralasan,” demikian bunyi pernyataan dari Kemenlu Iran. Mereka menegaskan bahwa langkah Washington mencerminkan pengabaian terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, khususnya prinsip penghormatan terhadap kedaulatan nasional.
Keyakinan terhadap Sikap Lebanon
Di tengah ketegangan diplomatik ini, Kemenlu Iran menyatakan keyakinannya bahwa kelompok dan masyarakat Lebanon akan mampu membela kedaulatan serta integritas wilayah negaranya. Mereka percaya rakyat Lebanon akan tetap menjaga persatuan dan solidaritas di tengah tekanan eksternal.
Kementerian itu juga menambahkan keyakinan bahwa Lebanon pada akhirnya akan menggagalkan tujuan “jahat” Israel. Menurut Teheran, perlawanan terhadap agresi dan upaya mengakhiri pendudukan Israel adalah langkah yang pasti akan ditempuh oleh Lebanon.
Editor: Wahyu Pradana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Dinkes Madiun Pantau Kualitas Udara dalam Rumah Warga untuk Cegah Risiko Penyakit Pernapasan
Komisi I DPR Desak Pemerintah Beri Pendampingan Psikologis bagi 9 WNI Korban Kekerasan Israel
BNI Dukung Kenaikan BI Rate Jadi 5,25%, Dinilai Tepat Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Kepala Intelijen AS Tulsi Gabbard Mundur untuk Rawat Suami yang Idap Kanker Tulang