PARADAPOS.COM - Pergerakan nilai tukar rupiah, penurunan harga logam mulia, dan persiapan angkutan mudik menjadi berita ekonomi yang paling banyak dibaca sepanjang pekan lalu. Berita-berita tersebut mencerminkan dinamika pasar domestik yang merespons kebijakan pemerintah dan kondisi global, dengan sentimen beragam dari pelemahan rupiah hingga optimisme otoritas.
Rupiah Dibuka Menguat Tipis di Tengah Gejolak Global
Pada pembukaan perdagangan Senin pagi, nilai tukar rupiah tercatat menguat tipis ke level Rp16.871 per dolar AS. Penguatan ini terjadi meskipun dolar AS secara umum masih kuat, didorong oleh berbagai ketidakpastian di kancah global. Pergerakan ini menunjukkan ketahanan mata uang nasional di tengah tekanan eksternal.
Harga Perak Antam Alami Penurunan Signifikan
Sementara itu, harga jual perak batangan dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan yang cukup tajam. Pada Jumat, 13 Februari 2026, harga logam mulia tersebut berada di posisi Rp47.850 per gram. Penurunan harga ini menarik perhatian para investor dan masyarakat yang memantau volatilitas pasar komoditas.
KAI Siapkan Kuota Lebaran dengan Diskon Pemerintah
Menyambut kebijakan stimulus pemerintah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan lebih dari 1,2 juta kursi untuk periode Angkutan Lebaran 2026. Kuota besar ini disediakan seiring dengan pemberian diskon tarif transportasi sebesar 30 persen, yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang hendak pulang kampung.
“Kebijakan stimulus pemerintah berupa diskon tarif transportasi sebesar 30 persen ini merupakan bentuk dukungan nyata,” jelas pihak KAI mengenai langkah tersebut.
Rincian Daya Listrik untuk Token Rp50 Ribu
Di sektor ketenagalistrikan, sistem prabayar semakin populer karena dinilai memudahkan pengelolaan anggaran. Bagi pelanggan yang bertanya, isi token listrik sebesar Rp50 ribu akan mendapatkan jumlah kilowatt-hour (kWh) yang berbeda, tergantung pada golongan tarif dan daya yang terpasang di rumah. Perhitungan ini penting untuk membantu perencanaan keuangan rumah tangga.
Menteri Keuangan Tekankan Ketahanan Ekonomi Domestik
Di tengah berita pasar yang berfluktuasi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian Indonesia. Otoritas menilai fundamental ekonomi dalam negeri tetap kuat dan mampu menghadapi ketidakpastian global.
“Prospek ekonomi Indonesia masih cerah didukung oleh perkembangan domestik,” ungkapnya, menegaskan keyakinan pemerintah terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Artikel Terkait
Persib Yakin Bisa Balikkan Defisit 0-3 dari Ratchaburi di GBLA
Ardana Cikal Siap Ukur Kemampuan di SEA Boulder League 2026
Menhub: FWA 2026 Diharapkan Sebar Gelombang Mudik Lebaran
Riset UBS Ungkap Saham Energi Eropa Kini Lebih Tangguh Hadapi Gejolak Harga Minyak