Alasan Podcast Denny Sumargo dan Ahok Dihapus dari YouTube: Konten Kontroversial Pilkada

- Kamis, 08 Januari 2026 | 07:25 WIB
Alasan Podcast Denny Sumargo dan Ahok Dihapus dari YouTube: Konten Kontroversial Pilkada
Alasan Podcast Denny Sumargo dan Ahok Hilang dari YouTube Terungkap

Podcast Denny Sumargo dan Ahok Dihapus YouTube, Ini Penjelasan Lengkap Densu

PARADAPOS.COM - Konten podcast Denny Sumargo yang menampilkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sempat hilang dari platform YouTube. Kini, alasan di balik penghapusan konten tersebut akhirnya terungkap.

Denny Sumargo atau yang akrab disapa Densu memberikan klarifikasi pada Rabu (7/1/2026). Ia membantah kabar bahwa dirinya yang sengaja menghapus podcast tersebut.

Menurut Densu, pihak YouTube-lah yang mengambil tindakan penghapusan karena menilai ada bagian dalam konten yang melanggar ketentuan komunitas platform.

Penyuntingan Ulang dan Pengunggahan Kembali

Diduga terdapat bahasa atau materi yang perlu disensor dalam rekaman tersebut. Oleh karena itu, Denny Sumargo dan tim segera melakukan proses penyuntingan ulang.

Tujuannya agar video podcast tersebut dapat kembali ditayangkan dan dinikmati oleh para penonton setianya.

Setelah melalui proses editing, podcast tersebut akhirnya diunggah ulang di kanal YouTube Denny Sumargo dengan judul yang menarik: “Video Ini Hilang dari Beranda. Ahok Bongkar Semuanya di Sini.”

Isi Pembahasan Podcast Ahok dan Denny Sumargo

Dalam percakapan mereka, Densu dan Ahok membahas beragam topik panas. Pembahasan meliputi kondisi pendidikan di Indonesia, materi stand up comedy Mens Rea dari Pandji Pragiwaksono, hingga pembahasan mendalam tentang Undang-Undang Perampasan Aset.

Dengan gaya bicaranya yang terkenal blak-blakan, Ahok menyampaikan pandangan pribadinya terhadap berbagai isu yang dilontarkan oleh sang host.

Ahok Bongkar Praktik Kecurangan Pilkada Lewat DPRD

Salah satu temuan penting dalam podcast ini adalah pengakuan Ahok mengenai praktik kecurangan dalam mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Ahok mengungkapkan bahwa wacana Pilkada melalui DPRD inilah yang menjadi salah satu alasan utama dirinya memutuskan untuk keluar dari dunia partai politik.

"Dulu aku keluar dari partai politik gara-gara itu. Sudah tahulah ya," ujar Ahok dalam podcast di kanal YouTube CURHAT Bang Denny Sumargo.

Kilas Balik Keluarnya Ahok dari Partai Gerindra

Pada 10 September 2014 silam, Ahok memutuskan hengkang dari Partai Gerindra. Keputusan ini diambil setelah partai tersebut mendukung revisi UU Pemilukada yang mengembalikan pemilihan kepala daerah ke tangan DPRD, bukan lagi pemilihan langsung oleh rakyat.

Ahok mengaku mengetahui secara persis praktik yang terjadi, seperti dalam Pemilihan Gubernur Riau kala itu. Ia menyebut para anggota DPRD sudah mendapat instruksi terlebih dahulu mengenai calon mana yang harus mereka pilih.

Pengalaman Langsung dari Lingkungan Keluarga

Pengetahuan Ahok ini didapatkannya dari pengalaman sering membantu ayahnya, almarhum Indra Tjahaja Purnama, seorang pengusaha dari Bangka Belitung.

"Saya dari sekolah kan, banyak bantu bapak saya. Jadi, dulu ketua-ketua partai besar itu pasti kumpulnya di rumah Bapak saya," kenang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Ia melanjutkan, "Makanya, saya tahu persis... misalnya dari tiga partai, pemilihan bupati... partai berkuasa itu bisa kumpulin ketua partai... diatur tuh, pilih siapa, pilih siapa."

Ahok juga menyebut contoh kasus di Riau yang melibatkan nama Imam Munandar, di mana suara para anggota DPRD sudah diatur sebelum pemilihan resmi berlangsung.

Editor: Annisa Rachmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar