Child grooming adalah proses bertahap. Pelaku biasanya membangun hubungan dengan berpura-pura menjadi teman atau figur yang dapat dipercaya. Berikut beberapa modus child grooming yang perlu diwaspadai orang tua:
1. Berpura-pura Menjadi Teman
Pelaku akan menunjukkan simpati dan membangun hubungan pertemanan yang baik dengan anak, seringkali dengan menunjukkan minat yang sama.
2. Memanfaatkan Media Sosial
Pelaku aktif membangun komunikasi intensif dengan korban melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, atau Facebook.
3. Memanfaatkan Game Online
Di era digital, game online sering dijadikan sarana untuk berinteraksi dan menyembunyikan identitas asli pelaku.
4. Menunjukkan Kepedulian dan Menawarkan Bantuan
Pelaku kerap menawarkan bantuan atau menjadi tempat curhat saat anak mengalami masalah, sehingga menciptakan ikatan dan rasa "hutang budi" pada korban.
Kasus Suci Triana ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas anak di dunia maya dan mengenali tanda-tanda potensi child grooming sejak dini.
Artikel Terkait
Trump Acungkan Jari Tengah ke Pekerja: Janji Buka Arsip Epstein Terbongkar?
Video Kontainer iPhone di Laut Utara Jawa Ternyata Hoax AI? Ini Buktinya
Wajib Pajak Gowa Syok Dapat Surat Paksa Rp26,5 Juta, Protes Aturan Standar Ganda
Demo Buruh 15 Januari 2026: Tuntutan UMP DKI Rp5,89 Juta hingga UU Ketenagakerjaan Baru