Di sisi lain, Agus Saputra (AS), guru yang terekam video sedang dikeroyok, juga mengambil langkah hukum. Ia melaporkan aksi pengeroyokan yang dialaminya ke Polda Jambi. Keluarga Agus menyatakan sang guru mengalami luka fisik serius berdasarkan hasil visum dan trauma psikis yang mendalam akibat serangan sejumlah siswa di lingkungan sekolah.
"Hasil visum sudah ada. Adik saya mengalami luka-luka dan sekarang trauma. Kami sudah laporkan ini ke Polda Jambi," jelas Nasir, kakak kandung sang guru.
Mediasi Polisi Alami Jalan Buntu
Sebelum eskalasi saling lapor ini, Polres Tanjung Jabung Timur telah berupaya melakukan langkah mediasi dengan mendatangi sekolah. Namun, upaya damai itu gagal karena Agus Saputra tidak hadir dalam pertemuan yang diadakan. Ketidakhadiran itu menyebabkan kebuntuan, mendorong kedua pihak untuk menempuh jalur hukum secara terpisah di tingkat Polsek dan Polda.
Perkembangan Terkini Kasus
Saat ini, kepolisian tengah mendalami kedua laporan yang masuk untuk mengungkap kronologi sebenarnya di balik insiden yang mencoreng dunia pendidikan di Jambi ini. Kasus ini menyoroti pentingnya penyelesaian konflik di lingkungan sekolah dengan cara yang tepat dan mengedepankan aspek hukum serta perlindungan bagi semua pihak.
Artikel Terkait
Viral! Numpang Parkir Saat Banjir Dipalak Rp750 Ribu, Mobil Tetap Terendam
SnapTik Aman? Review Lengkap & 6 Tips Download Video TikTok Tanpa Watermark 2024
5 Syarat SP3 Eggi Sudjana Terbit: Alasan Restorative Justice Menurut Kuasa Hukum
Prediksi Gaji Sri Mulyani di Gates Foundation: Tugas, Tanggung Jawab & Besaran Honorarium