Ijazah Jokowi dan Materai Berbeda: PSI Tegaskan Tetap Sah dan Tak Pengaruhi Keabsahan
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan mantan Wakapolri, Oegroseno, mengenai perbedaan penggunaan materai pada ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Perbedaan Materai Ijazah Jokowi vs Rekan Angkatan
Isu ini mencuat setelah Oegroseno menyoroti perbedaan nominal materai. Ijazah Jokowi disebut menggunakan materai Rp100, sementara ijazah almarhum Bambang Rudy Harto, rekan seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM 1985, menggunakan materai Rp500.
PSI: Perbedaan Materai Adalah Hal Biasa dan Tidak Substansial
Dian Sandi Utama menegaskan bahwa Oegroseno tetap tenang dan tidak terprovokasi saat menjadi saksi di sidang Citizen Lawsuit (CLS) di PN Surakarta. Lebih lanjut, Dian menjelaskan bahwa perbedaan nominal materai ini bukanlah persoalan yang menggugurkan keabsahan suatu dokumen resmi.
"Adapun soal materai, ada yang 100 dan 500, memang begitu adanya. Nominal materai tersebut adalah kebijakan institusi atau fleksibilitas administrasi. Sama sekali tidak memengaruhi keabsahannya," jelas Dian melalui akun X @DianSandiU, Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, pada masa itu, variasi penggunaan materai merupakan hal yang lumrah dan berada dalam ranah kebijakan kampus atau fleksibilitas administrasi.
Oegroseno Soroti Penyitaan Ijazah dan Keaslian Dokumen
Sebelumnya, Oegroseno juga menyatakan bahwa penyitaan ijazah Jokowi dinilai tidak lazim secara hukum. Ia menekankan bahwa barang bukti harus berkaitan langsung dengan dugaan tindak pidana.
Dalam persidangan terungkap bahwa ijazah asli Jokowi belum dihadirkan. Kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menyatakan dokumen tersebut masih dalam penguasaan Polda Metro Jaya untuk penyelidikan kasus dugaan fitnah.
Kritik terhadap Istilah "Identik" dan Perbedaan Pas Foto
Selain soal materai, Oegroseno juga menyoroti perbedaan pas foto pada ijazah dengan penampilan Jokowi yang pernah ia temui. Ia juga mengkritik penggunaan istilah "identik" oleh Bareskrim Polri terkait dokumen pembanding.
"Dokumen itu otentik, bukan identik. Identik itu tanda tangan," tegas Oegroseno.
Kesimpulan: Polemik perbedaan materai pada ijazah Jokowi ditanggapi PSI sebagai hal administratif yang biasa terjadi pada masanya dan tidak memengaruhi keabsahan hukum dokumen tersebut. Sementara itu, perdebatan dalam sidang CLS juga menyentuh aspek prosedur hukum penyitaan dan keotentikan dokumen.
Artikel Terkait
Dubes Iran Kecam Sikap Dunia yang Diam Soal Senjata Nuklir Israel
Didik Mukrianto Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran sebagai Pelanggaran HAM dan Sikap Hipokrit
Mantan Wapres Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD
Rocky Gerung Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang Rencana Mediasi ke Iran