Kisah Kezia Syifa: Gaji Tentara AS & Perjalanan Gadis Berhijab Indonesia di US Army

- Kamis, 22 Januari 2026 | 07:50 WIB
Kisah Kezia Syifa: Gaji Tentara AS & Perjalanan Gadis Berhijab Indonesia di US Army
Kezia Syifa, Gadis Berhijab Indonesia Jadi Tentara AS: Gaji dan Kisah Inspirasinya

Kezia Syifa: Gadis Berhijab Indonesia yang Sukses Jadi Tentara Amerika Serikat

Kisah inspiratif Kezia Syifa, seorang gadis berhijab asal Indonesia yang berhasil menjadi tentara Amerika Serikat, tengah viral di media sosial. Banyak yang penasaran, berapa sebenarnya gaji tentara AS yang bisa ia dapatkan?

Viral Momen Perpisahan Kezia Syifa ke Pelatihan Militer AS

Kisah Syifa menjadi sorotan setelah ibunya, Safitri, membagikan momen haru di akun Instagram @bunda_kesidaa pada Sabtu, 17 Januari 2026. Video tersebut menunjukkan momen perpisahan saat Syifa akan menjalani pelatihan dasar sebagai anggota militer AS.

Dalam video, Syifa terlihat mengenakan seragam loreng khas Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) dengan identitas hijab yang tetap ia kenakan dengan bangga. Hal ini menjadi simbol integrasi antara identitas agamanya dan karier barunya di negara adidaya tersebut.

Prediksi dan Rincian Gaji Tentara Amerika Serikat untuk Kezia Syifa

Sebagai prajurit pemula (Enlisted) di Garda Nasional AS, gaji Kezia Syifa diatur berdasarkan pangkat dan masa kerja. Berdasarkan data terbaru tahun 2026, berikut perkiraan pendapatan yang bisa ia terima:

  • Gaji Rata-Rata Tahunan: $35.072 atau sekitar Rp 605 juta.
  • Estimasi Gaji Bulanan: $2.922 atau setara Rp 49,5 juta.
  • Upah per Jam: $16,86 atau kurang lebih Rp 285 ribu.

Benefit dan Tunjangan Lain untuk Tentara AS

Selain gaji pokok yang menggiurkan, Kezia Syifa juga berhak mendapatkan berbagai tunjangan dan fasilitas. Benefit tersebut meliputi bantuan perumahan (terutama bagi yang sudah berkeluarga), keuntungan dalam perpajakan, serta program beasiswa yang difasilitasi militer untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Kisah Kezia Syifa tidak hanya menginspirasi banyak orang Indonesia, tetapi juga menunjukkan peluang karier global yang terbuka lebar, di mana identitas pribadi tetap bisa dipertahankan dengan teguh.

Editor: Laras Wulandari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar