BNN Peringatkan Bahaya Fatal Gas Tertawa 'Whip Pink' Diduga Terkait Kasus Lula Lahfah
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba mengonsumsi gas tertawa atau 'Whip Pink'. Peringatan ini dikeluarkan setelah zat tersebut ramai diperbincangkan di media sosial diduga sebagai penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah.
Apa Itu Gas Tertawa (N2O) dan Bahayanya?
Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa gas tertawa mengandung Dinitrogen Oksida (N2O). Dalam suhu ruang, zat ini berbentuk gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, dengan aroma dan rasa sedikit manis jika dihirup.
"N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen," tegas Suyudi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Efek Samping dan Risiko Kesehatan yang Mematikan
Penyalahgunaan N2O di luar konteks medis, untuk tujuan euforia, relaksasi, atau halusinasi, menyimpan ancaman serius. Suyudi memaparkan beberapa risiko kesehatannya:
- Kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat berujung pada kematian.
- Kerusakan saraf permanen.
- Kekurangan vitamin B12 yang parah.
"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga risiko kematian," tuturnya.
Bentuk Penyalahgunaan dan Langkah Pencegahan
BNN meminta masyarakat mengenali bentuk penyalahgunaan N2O, yang sering ditemui dalam tabung kecil (cartridge) atau dihirup menggunakan balon. Edukasi kepada keluarga dan pengawasan lingkungan pergaulan anak remaja menjadi kunci pencegahan.
Laporkan Peredaran Gelap N2O
Suyudi mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap praktik penjualan atau penyalahgunaan N2O. Laporan dapat disampaikan ke:
- Layanan telepon BNN di 184.
- Kepolisian terdekat.
BNN juga menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi yang bersifat rahasia dan gratis bagi keluarga yang membutuhkan.
Komitmen BNN Menjaga Masyarakat
BNN menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat adiktif, termasuk NPS (New Psychoactive Substances) dan zat berbahaya seperti N2O. Upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi akan terus dioptimalkan untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).
Artikel Terkait
Subsidi BBM Malaysia Melonjak ke Rp 3,2 Miliar per Bulan, Harga Tetap Dipertahankan
Tren Unduh Video Tetap Relevan, Ini 6 Aplikasi Pilihan di 2026
KPK Ungkap Upaya Gus Yaqut Tawarkan USD 1 Juta ke Pansus Haji DPR
Pemerintah Kaji Kenaikan Pertalite Usai Lebaran 2026, Harga Dijamin Stabil Sampai Triwulan I