Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Fatal Pasca Kasus Lula Lahfah

- Selasa, 27 Januari 2026 | 07:25 WIB
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Fatal Pasca Kasus Lula Lahfah
BNN Peringatkan Bahaya Gas Tertawa Whip Pink Pasca Diduga Sebabkan Kematian Lula Lahfah

BNN Peringatkan Bahaya Fatal Gas Tertawa 'Whip Pink' Diduga Terkait Kasus Lula Lahfah

BNN RI mengeluarkan peringatan resmi terkait penyalahgunaan gas tertawa.

Badan Narkotika Nasional (BNN) RI secara resmi mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba mengonsumsi gas tertawa atau 'Whip Pink'. Peringatan ini dikeluarkan setelah zat tersebut ramai diperbincangkan di media sosial diduga sebagai penyebab meninggalnya selebgram Lula Lahfah.

Apa Itu Gas Tertawa (N2O) dan Bahayanya?

Kepala BNN RI, Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, menjelaskan bahwa gas tertawa mengandung Dinitrogen Oksida (N2O). Dalam suhu ruang, zat ini berbentuk gas tak berwarna dan tidak mudah terbakar, dengan aroma dan rasa sedikit manis jika dihirup.

"N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen," tegas Suyudi di Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Efek Samping dan Risiko Kesehatan yang Mematikan

Penyalahgunaan N2O di luar konteks medis, untuk tujuan euforia, relaksasi, atau halusinasi, menyimpan ancaman serius. Suyudi memaparkan beberapa risiko kesehatannya:

  • Kekurangan oksigen (hipoksia) yang dapat berujung pada kematian.
  • Kerusakan saraf permanen.
  • Kekurangan vitamin B12 yang parah.

"Penyalahgunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan saraf permanen hingga risiko kematian," tuturnya.

Bentuk Penyalahgunaan dan Langkah Pencegahan

BNN meminta masyarakat mengenali bentuk penyalahgunaan N2O, yang sering ditemui dalam tabung kecil (cartridge) atau dihirup menggunakan balon. Edukasi kepada keluarga dan pengawasan lingkungan pergaulan anak remaja menjadi kunci pencegahan.

Laporkan Peredaran Gelap N2O

Suyudi mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap praktik penjualan atau penyalahgunaan N2O. Laporan dapat disampaikan ke:

  • Layanan telepon BNN di 184.
  • Kepolisian terdekat.

BNN juga menyediakan layanan konseling dan rehabilitasi yang bersifat rahasia dan gratis bagi keluarga yang membutuhkan.

Komitmen BNN Menjaga Masyarakat

BNN menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan zat adiktif, termasuk NPS (New Psychoactive Substances) dan zat berbahaya seperti N2O. Upaya pencegahan, penegakan hukum, dan rehabilitasi akan terus dioptimalkan untuk mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih dari Narkoba).

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar