PARADAPOS.COM - Arus lalu lintas pada hari pertama Operasi Ketupat 2026, Jumat (13/3), dilaporkan tetap terkendali meski terjadi peningkatan volume kendaraan. Laporan ini disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, dari Gedung JTMC Jasa Marga di Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi juga menyatakan hal serupa, meski mengingatkan bahwa puncak arus diperkirakan terjadi pada hari kedua operasi, Sabtu (14/3).
Kondisi Jalan dan Keamanan Masih Stabil
Berdasarkan pemantauan intensif di lapangan, kondisi lalu lintas secara umum masih dalam batas wajar. Meski terlihat lebih padat dari hari biasa, arus kendaraan tetap bergerak tanpa terjadi kemacetan parah atau titik macet yang signifikan. Pengawasan ini tidak hanya terfokus pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan ketertiban masyarakat secara menyeluruh.
Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan, "Hasil pemantauan hari ini kondisi arus masih cukup terkendali. Memang ada peningkatan."
Ia melanjutkan laporannya mengenai situasi keamanan, "Kami laporkan sampai saat ini harkamtibmas juga cukup terkendali, tidak ada peristiwa menonjol. Kamseltibcarlantas ada peningkatan, namun belum signifikan."
Kesiapan Menghadapi Puncak Arus
Kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat prediksi lonjakan kendaraan yang lebih besar. Menhub Dudy Purwagandhi mengonfirmasi bahwa situasi masih kondusif, namun pihaknya terus memantau perkembangan secara real-time untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kepadatan.
“Sejauh ini yang kami lihat masih berjalan agak sedikit di atas normal, tapi relatif cukup berjalan dengan kondusif,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memonitor karena diperkirakan akan terjadi bangkitan arus lalu lintas pada Sabtu ini atau hari kedua Operasi Ketupat 2026.
Skala dan Jangkauan Operasi Ketupat 2026
Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik, operasi berskala besar ini digelar selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Sebanyak 161.243 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk mengawal perjalanan masyarakat.
Struktur pengamanan dibangun dengan menyiapkan 2.746 pos yang tersebar di berbagai titik strategis. Rinciannya meliputi 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu yang berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan bagi para pemudik.
Perhatian khusus juga diberikan pada pengamanan 185.607 objek vital yang ramai dikunjungi selama periode liburan. Objek-objek tersebut mencakup tempat ibadah seperti masjid dan lokasi salat Id, objek wisata, pusat perbelanjaan, serta simpul transportasi seperti terminal, pelabuhan, stasiun, dan bandara di seluruh Indonesia.
Artikel Terkait
Sidang Perdana Kasus Penculikan Bankir: Terungkap Rencana Pengalihan Dana Rp 455 Miliar
Aiman Witjaksono Tegas Usir Abu Janda dari Talkshow TV Usai Debat Sengit Soal Palestina
Polda Bali Luncurkan Sistem Digital Cakrawasi untuk Awasi Warga Asing
Riyandi Cedera Kepala dan Leher, Kiper Persis Solo Masih Diobservasi di RS JIH