PARADAPOS.COM - Pemerintah Indonesia kembali memulangkan 34 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran dalam operasi evakuasi tahap kedua. Kedatangan mereka, yang terbagi dalam dua gelombang penerbangan, menambah jumlah total WNI yang telah dan sedang dipulangkan menjadi 66 orang sejak proses ini dimulai. Langkah ini diambil sebagai respons atas kondisi di lapangan, dengan prioritas utama pada keselamatan dan keamanan warga.
Rincian Kedatangan Dua Gelombang
Pelaksana Tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menjelaskan rincian teknis pemulangan ini. Menurutnya, proses evakuasi tahap kedua dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran logistik dan prosedur.
“Gelombang pertama insyaallah akan tiba pukul hari ini pukul 18.00, 20 orang, dan besok 14 orang akan tiba di Jakarta dengan jadwal yang sama,” jelas Heni dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Mengikuti Dinamika dan Keinginan WNI
Operasi kemanusiaan ini tidak berhenti di sini. Pemerintah menegaskan bahwa rencana evakuasi selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan situasi keamanan di Iran serta, yang tak kalah penting, kesediaan dari warga Indonesia sendiri untuk dipulangkan. Pendekatan ini menunjukkan kehati-hatian dan penghormatan terhadap pilihan individu di tengah situasi yang kompleks.
“Sesuai dengan statement Pak Menlu tentang evakuasi bertahap, maka keperluan tentang evakuasi berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi terakhir di lapangan dan juga melihat kesiapan dan kesediaan para WNI yang masih ada di sana,” ungkapnya.
Komunikasi Intensif dari Kedutaan Besar
Untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran terus menjalin kontak rutin dengan WNI yang masih berada di negara tersebut. Komunikasi yang intens ini bertujuan untuk memantau kondisi mereka secara langsung dan menilai kebutuhan yang paling mendesak.
“KBRI akan terus berkomunikasi secara intensif dengan para WNI yang masih berada di Iran untuk mendapatkan masukan tentang situasi mereka di lokasi masing-masing,” pungkas Heni Hamidah, menutup penjelasannya.
Hingga laporan ini dibuat, total 32 WNI telah lebih dulu tiba di tanah air pada 10 dan 11 Maret lalu, menandai keseriusan pemerintah dalam melindungi warganya di luar negeri.
Artikel Terkait
Empat Wakil Indonesia Lolos ke Semifinal Swiss Open 2026
SIM Keliling Polda Metro Jaya Buka di 5 Titik Jakarta Hari Ini
Aktivis KontraS Disiram Air Keras di Jakarta Pusat, Polisi Dalami Motif
Villarreal Selamatkan Poin Imbang di Injury Time Lawan Alaves