Iran Serang Pusat Keuangan Tel Aviv, Eskalasi Konflik Ancam Infrastruktur Digital

- Jumat, 13 Maret 2026 | 17:25 WIB
Iran Serang Pusat Keuangan Tel Aviv, Eskalasi Konflik Ancam Infrastruktur Digital

PARADAPOS.COM - Sebuah serangan rudal yang diluncurkan Iran menghantam pusat keuangan di Tel Aviv, Israel, pada hari ini. Serangan balasan ini dipicu oleh insiden pengeboman terhadap bank-bank di Iran yang sebelumnya diklaim sebagai aksi Israel dan sekutunya. Peristiwa ini menandai eskalasi konflik terbuka baru di Timur Tengah yang berpotensi meluas ke ranah ekonomi dan teknologi.

Kerusakan Parah di Pusat Kota Tel Aviv

Dampak serangan di lapangan dilaporkan cukup signifikan. Tidak hanya satu gedung yang menjadi sasaran; sedikitnya puluhan bangunan di pusat kota Tel Aviv mengalami kehancuran akibat hantaman rudal. Data awal menunjukkan lebih dari 9.000 laporan kerusakan tercatat di wilayah Israel, dengan sekitar 4.000 laporan di antaranya berpusat di area Tel Aviv, menggambarkan intensitas serangan tersebut.

Peringatan dan Pernyataan Resmi dari Iran

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan ini bukanlah aksi mendadak, melainkan telah diperingatkan sebelumnya. Pihak Iran menegaskan komitmen mereka untuk menargetkan pusat ekonomi dan perbankan yang dianggap terkait dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Markas Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai latar belakang operasi ini. "Tindakan musuh tersebut telah memberikan alasan bagi Iran untuk membidik infrastruktur finansial mereka," tegasnya, merujuk pada serangan terhadap bank di Iran yang menimbulkan korban jiwa.

Ekskalasi ke Ranah Teknologi dan Infrastruktur Digital

Langkah konfrontasi ini ternyata tidak berhenti pada sektor keuangan tradisional. Menurut laporan dari Kantor Berita Iran, Tasnim News Agency, sasaran potensial berikutnya meluas ke infrastruktur milik perusahaan teknologi raksasa AS seperti Google, Microsoft, Palantir Technologies, IBM, Nvidia, dan Oracle.

Analisis dari pengamat keamanan siber menunjukkan kekhawatiran yang mendalam. Infrastruktur layanan cloud perusahaan-perusahaan tersebut, yang tersebar di Israel dan beberapa negara Teluk, dituding Iran telah dimanfaatkan untuk mendukung operasi militer. Perluasan target ke ranah digital ini memperumit konflik dan berpotensi mengganggu layanan global.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar