Polda Metro Jaya Usut Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS

- Jumat, 13 Maret 2026 | 17:50 WIB
Polda Metro Jaya Usut Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Wakil Koordinator KontraS

PARADAPOS.COM - Polda Metro Jaya tengah mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Insiden yang diduga melibatkan dua orang pelaku ini terjadi di Jakarta Pusat, menyebabkan korban mengalami luka bakar dan gangguan penglihatan. Kepolisian saat ini masih fokus pada pemulihan korban sambil mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap motif serta pelaku di balik serangan ini.

Fokus Awal pada Pemulihan Korban

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Budi Hermanto, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah penanganan medis bagi Andrie Yunus. Kondisi korban yang masih mengalami luka serius membuat penyidik belum dapat memintai keterangan secara mendetail.

“Karena pada saat penyiraman ada pengelupasan di bagian tangan, badan, maupun wajah,” jelas Budi Hermanto, menggarisbawahi tingkat keparahan cedera yang diderita.

Proses Penyidikan Berjalan

Meski demikian, proses hukum tetap berjalan. Polda Metro Jaya telah mengambil langkah-langkah standar penyelidikan, termasuk memeriksa sejumlah saksi, mengolah barang bukti, serta melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kombes Budi juga mengimbau masyarakat dan rekan korban untuk berbagi informasi apa pun yang dianggap relevan.

“Polda Metro Jaya termasuk Ditreskrimum pasti juga akan bersama-sama dengan Polres Metro Jakarta Pusat akan mengungkapkan perkara ini,” tegasnya, menekankan komitmen institusinya.

Desakan untuk Pengusutan Tuntas

Serangan terhadap Andrie Yunus ini mendapat kecaman keras dari organisasi tempatnya bernaung, KontraS. Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat dan mengusut tuntas kasus yang dinilai sebagai bentuk kekerasan serius terhadap pembela hak asasi manusia.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa insiden ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan upaya sistematis untuk membungkam suara kritis.

“Peristiwa ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM,” ungkap Dimas dalam pernyataan tertulisnya.

Dia melanjutkan dengan menjelaskan kronologi singkat, bahwa Andrie diserang oleh orang tidak dikenal yang menyiramkan air keras, mengakibatkan luka di tangan dan kaki serta gangguan pada penglihatannya.

Editor: Yuli Astuti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar