PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Semarang memastikan 97 persen dari total jaringan jalan di wilayahnya telah dalam kondisi mantap, menyongsong arus mudik Lebaran 2026. Pernyataan ini disampaikan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Jumat, setelah melakukan pemantauan intensif di lapangan. Upaya perbaikan masif yang telah dilakukan sejak awal tahun ditargetkan tuntas sebelum puncak arus mudik, guna menjamin kenyamanan dan keamanan perjalanan jutaan pemudik yang akan melintasi ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Kesiapan Infrastruktur Jelang Puncak Arus Mudik
Menjelang gelombang tahunan pemudik, Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah melakukan akselerasi perbaikan di berbagai titik strategis. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kendala teknis yang dapat menghambat mobilitas masyarakat selama periode liburan dan mudik. Fokus utama adalah memastikan kelancaran lalu lintas di seluruh penjuru kota.
Wali Kota Agustina menegaskan komitmennya untuk menyediakan infrastruktur yang aman dan nyaman. Ia menyebut bahwa dari total 839 kilometer jaringan jalan di Semarang, sebagian besar telah siap menyambut kedatangan pemudik.
"Kami pastikan per hari ini kondisi jalan kota sangat siap. Dari total 839 kilometer jaringan jalan Kota Semarang, 97 persen sudah dalam kondisi mantap. Saya ingin siapa pun yang masuk ke Semarang merasa aman, tanpa harus khawatir dengan kendala infrastruktur," ujarnya.
Skala dan Target Perbaikan Jalan
Pencapaian angka 97 persen tersebut bukanlah tanpa usaha. Pihaknya melakukan aksi maraton perbaikan jalan, terutama melalui metode tambal sulam atau patching pada titik-titik kerusakan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap namun masif untuk mengejar target penyelesaian sebelum hari H arus mudik.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 2.302 titik kerusakan telah berhasil ditangani dalam rentang waktu Januari hingga Februari. Saat ini, upaya difokuskan pada 810 titik tambahan yang masih dalam proses pengerjaan.
Agustina menjelaskan detail dari upaya percepatan tersebut. "Kami terus melakukan akselerasi. Ada total 3.112 titik penanganan jalan yang kami tangani secara masif sejak Januari menggunakan material hotmix berkualitas," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menyelesaikan semua pekerjaan fisik sebelum arus lalu lintas memuncak. "Semua pengerjaan fisik kami targetkan selesai total sebelum hari H, agar tidak ada alat berat yang mengganggu kelancaran lalu lintas," tambahnya.
Kolaborasi dengan Masyarakat
Selain mengandalkan pemantauan internal, pemerintah kota juga membuka ruang partisipasi publik. Wali Kota mengajak warga untuk proaktif melaporkan setiap temuan kerusakan jalan yang mungkin muncul, terutama akibat faktor cuaca yang tidak terduga.
Laporan masyarakat dapat disampaikan melalui kanal pengaduan resmi, Lapor Semar. Mekanisme ini diharapkan dapat mempercepat respons tim di lapangan, memastikan perbaikan dapat dilakukan secara tepat waktu sehingga tidak mengganggu perjalanan mudik.
Dengan kombinasi antara persiapan infrastruktur yang matang dan sinergi dengan masyarakat, Pemkot Semarang berupaya menciptakan pengalaman mudik yang lebih lancar dan aman bagi semua pengguna jalan yang melintasi kota tersebut.
Artikel Terkait
Riyandi Cedera Kepala dan Leher, Kiper Persis Solo Masih Diobservasi di RS JIH
Arus Lalu Lintas Hari Pertama Operasi Ketupat 2026 Tetap Terkendali
Menlu RI Serukan Deeskalasi di Timur Tengah dan Perkuat Soliditas ASEAN
38 PMI Dideportasi dari Malaysia Tiba di Dumai, Gelombang Pemulangan Meningkat Jelang Lebaran