Media Inggris Klaim Pemimpin Tertinggi Baru Iran Kritis, Sementara Pesan Pertamanya Serukan Persatuan dan Ancaman ke AS

- Jumat, 13 Maret 2026 | 22:25 WIB
Media Inggris Klaim Pemimpin Tertinggi Baru Iran Kritis, Sementara Pesan Pertamanya Serukan Persatuan dan Ancaman ke AS

PARADAPOS.COM - Laporan dari sejumlah media Inggris mengklaim bahwa Mojtaba Khamenei, yang baru saja diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, saat ini berada dalam kondisi kritis. Klaim yang belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi Iran tersebut menyebutkan bahwa Mojtaba mengalami koma, kehilangan kaki, serta luka serius di bagian perut atau hati. Informasi ini muncul bersamaan dengan pesan publik pertamanya yang disiarkan melalui televisi negara, di mana ia menyerukan persatuan dan mengancam pangkalan militer AS di kawasan.

Klaim Kondisi Kritis dari Sumber Anonim

Media-media seperti Mirror dan The Sun melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei sedang dirawat di ruang intensif Rumah Sakit Universitas Sina, dengan pasukan keamanan dikabarkan menutup sebagian bangunan. Sumber informasi mereka dikaitkan dengan seorang pembelot yang berbasis di London, yang mengaku berkomunikasi dengan staf rumah sakit.

“Satu atau dua kakinya telah terputus. Hati atau perutnya juga pecah. Ia tampaknya juga dalam keadaan koma,” ungkap sumber anonim tersebut.

Figur Kunci di Balik Perawatan

Laporan tersebut juga menyoroti sosok yang menangani perawatannya, Mohammad Reza Zafargjani. Selain menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Pengobatan, dan Pendidikan Kedokteran, Zafargjani dikenal sebagai salah satu ahli bedah trauma terkemuka di Iran. Keikutsertaannya menangani kasus ini, jika benar, mengindikasikan tingkat keparahan kondisi yang diderita.

Hingga saat ini, tidak jelas kapan dan dalam insiden seperti apa cedera itu terjadi, serta apakah terkait dengan serangan yang menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, beserta anggota keluarga lainnya.

Pesan Publik Pertama di Tengah Kabar Buruk

Di tengah beredarnya kabar tentang kesehatannya, Press TV, saluran televisi milik negara, pada Kamis waktu setempat menyiarkan pesan tertulis Mojtaba Khamenei. Meski tidak muncul secara langsung, pesan itu berisi seruan untuk persatuan nasional dan pernyataan kebijakan yang keras.

Dia menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup sebagai bentuk tekanan dan mengancam kehadiran militer AS. “Semua pangkalan AS di kawasan harus segera ditutup atau akan diserang,” tegasnya dalam pernyataan yang dilansir Al Jazeera.

Dukungan untuk Kelompok Bersenjata dan Apresiasi ke Militer

Dalam pesan yang sama, Mojtaba juga menyebut peran kelompok bersenjata di Yaman dan Irak akan signifikan dalam membantu Iran melawan tekanan eksternal. Pernyataannya sekaligus mengapresiasi kinerja militer Iran yang dianggap berhasil menjaga kedaulatan negara.

“Saya ingin berterima kasih kepada para pejuang pemberani yang melakukan pekerjaan besar pada saat negara kita berada di bawah tekanan dan diserang,” lanjutnya.

Laporan mengenai kondisi kesehatannya dan pesan politik yang tegas ini muncul dalam situasi yang sangat mencekam bagi Iran, menciptakan narasi yang kompleks antara klaim internal anonim dan komunikasi resmi yang terbatas dari pemerintah. Kebenaran klaim media Inggris tersebut masih menunggu verifikasi lebih lanjut dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Editor: Reza Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar