Kapolri Listyo Sigit vs Jokowi: Dua Gaya Kepemimpinan dan Perjuangan yang Berbeda
Oleh: Erizal (Direktur ABC Riset & Consulting)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan kesamaan yang menarik: sama-sama figur yang gigih berjuang. Namun, analisis lebih dalam menunjukkan bahwa perjuangan mereka ditujukan untuk kepentingan dan pendukung yang sangat berbeda. Perbedaan ini semakin jelas terlihat dalam perkembangan politik dan kebijakan keamanan terkini.
Perjuangan Kapolri: Mempertahankan Posisi Institusi Polri
Di hadapan anggota Komisi III DPR, Kapolri Listyo Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk "berjuang sampai titik darah penghabisan" jika ada wacana yang ingin menempatkan Polri di bawah kementerian. Pernyataan ini menegaskan bahwa posisi Polri saat ini dianggap sebagai harga mati yang harus dipertahankan.
Respons dari beberapa anggota Komisi III, termasuk Ketua Komisi III Habiburokhman yang menyebutnya sebagai bentuk loyalitas, menuai analisis tersendiri. Hal ini menjadi menarik mengingat Presiden terpilih Prabowo Subianto disebut membuka opsi penempatan Polri di bawah kementerian dalam pertemuan dengan kelompok kritis. Pernyataan Kapolri yang lebih memilih menjadi petani daripada menteri yang membawahi Polri juga menambah dimensi polemik wacana reformasi institusi ini.
Artikel Terkait
Siapa Ayah Kandung Ressa Rossano? Denada Akui Anak, Adjie Pangestu Bantah
Prilly Latuconsina Kerja Jadi Sales di Summarecon Mall Bekasi, Ini Kisahnya
Viral Pria Tendang Kucing Sampai Mati di Blora, Identitas Pelaku Terungkap!
Hasil Investigasi Polda Metro: Bhabinkamtibmas Tak Aniaya Penjual Es Gabus