Terlepas dari berbagai isu yang beredar, fakta menunjukkan pasangan tersebut meraih kemenangan yang telak. Hal ini, menurut analisis, bukanlah suatu kebetulan. Jokowi dianggap tidak akan gegabah mendorong kandidat tanpa perhitungan yang sangat matang, sebagaimana disampaikan Hasan Nasbi.
Meski demikian, medan politik kontestasi tidak selalu bisa diprediksi sepenuhnya dengan strategi perang Sun Tzu. Terdapat contoh di mana kandidat dengan elektabilitas awal rendah justru mampu memenangkan pertarungan, seperti yang terjadi pada beberapa pemilihan kepala daerah.
Artinya, selain strategi kemenangan mutlak, faktor lain seperti dinamika medan pertarungan, momentum, dan kondisi elektoral juga memegang peranan sangat penting. Terutama menyambut kontestasi serentak 2029 di mana persaingan diperkirakan akan semakin kompleks.
Politik kontestasi memiliki nuansanya sendiri. Kemenangan tidak selalu berarti menduduki kursi jabatan. Terkadang, meningkatkan suara partai atau membangun basis dukungan yang lebih kuat sudah dianggap sebagai sebuah pencapaian strategis. Oleh karena itu, meski strategi ala Sun Tzu milik Jokowi terbukti efektif, penerapannya di masa depan mungkin perlu disesuaikan dengan lanskap politik yang terus berubah.
Artikel Terkait
MUI Dukung Penuh Prabowo Gabung Dewan Perdamaian Gaza Trump: Analisis & Komitmen
Ressa Rizky Rossano Dituding Tak Akui Anak, Mantan Istri Bongkar Fakta Pernikahan
Profil Roestriana Adrianti: Mantan Istri Riza Chalid, Eks Bos KidZania & Latar Belakang Keluarga
Dharma Pongrekun Viral, Warganet Minta Maaf Usai Rilis Epstein Files Ungkap Fakta Pandemi