Saksi Melihat Pria Diduga Tinggalkan Bayi di Gerobak Nasi Uduk Pejaten

- Kamis, 05 Maret 2026 | 14:00 WIB
Saksi Melihat Pria Diduga Tinggalkan Bayi di Gerobak Nasi Uduk Pejaten

PARADAPOS.COM - Seorang bayi perempuan ditemukan dalam kondisi telantar di sebuah gerobak nasi uduk di Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Selasa (3/3) sore. Polisi, yang kini tengah menyelidiki kasus ini, mengonfirmasi penemuan itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB setelah warga mendengar tangisan bayi. Kini, muncul kesaksian dari seorang warga yang mengaku melihat seorang pria mencurigakan dengan tas hitam di lokasi tak lama sebelum bayi itu ditemukan.

Saksi Melihat Pria dengan Tas Hitam

Ati (53), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa ia sempat melihat seorang pria dewasa membawa tas berwarna hitam di sekitar lokasi kejadian. Saat itu, sore hari sekitar pukul 16.30 WIB, Ati yang sedang duduk di teras rumahnya tidak menaruh curiga. Ia mengira pria tersebut adalah kurir pengantar paket yang biasa melintas di daerah itu.

“Iya, kalau orang lewat tapi sih saya enggak begitu emang jelas. Cuma saya duduk di situ lagi main HP, terus ada orang lewat kayak bapak-bapak gitu, nenteng tas item. Cuma pikir saya kan di sini suka mesen-mesen paket gitu kan. Saya juga enggak nanya,” tutur Ati saat ditemui di lokasi pada Kamis (5/3).

Menurut pengakuannya, pria itu sempat berhenti beberapa menit di dekat gerobak sebelum akhirnya berjalan pergi. Yang menarik, saat kembali melintas, pria tersebut sudah tidak membawa tas hitam itu lagi.

“Terus enggak lama di situ ya sekitar dua menitan kayak di situ agak lama, dia balik lagi sudah enggak bawa tentengan itu,” lanjutnya.

Kecurigaan Muncul Setelah Kabar Penemuan Bayi

Kesadaran Ati akan kejadian itu baru muncul setelah ia mendengar keributan warga yang menemukan bayi. Awalnya, ia sama sekali tidak menghubungkan pria berkemeja cokelat itu dengan peristiwa penelantaran.

“Terus saya enggak lama keluar beli takjilan, begitu balik bilangnya ‘Nemu bayi,’ gitu kan. ‘Eh di mana nemu bayi di situ?’” ujarnya mengenang.

Barulah keesokan paginya, ingatannya kembali pada sosok pria dengan tas hitam tersebut. Ati dengan tegas menyangkal bahwa orang yang dilihatnya adalah anak kecil, seperti yang mungkin tersirat dari isi surat yang ditemukan bersama bayi.

“Nah itu pas saya pagi-pagi, inget ‘Oh iya kan kemarin lihat bapak-bapak itu bawa tas item itu.’… Bukan, orang dewasa,” jelasnya.

Ia menggambarkan pelaku diduga sebagai pria dewasa yang berjalan sendirian, tanpa penutup wajah, dan mengenakan jaket berwarna cokelat. Pria itu terlihat buru-buru dan asyik dengan ponselnya saat meninggalkan lokasi.

Kondisi Bayi dan Barang Bukti

Berdasarkan keterangan resmi Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Anggiat Sinambela, bayi perempuan itu pertama kali ditemukan oleh warga bernama Dinda. Suara tangisnya yang memilikan menarik perhatian dari arah gerobak nasi uduk yang terparkir di depan sebuah rumah.

“Saksi Dinda mendengar suara tangisan bayi dari arah gerobak yang berada di depan rumah saksi. Saat dicek, saksi melihat tas belanja FamilyMart warna hitam di dalam gerobak tersebut,” papar Anggiat.

Di dalam tas hitam itulah, bayi malang itu ditemukan dalam posisi miring. Ia mengenakan pakaian bergambar boneka beruang berwarna biru dan terbungkus selimut. Selain bayi, tas tersebut juga berisi perlengkapan seperti susu formula, tisu basah, sarung tangan, serta secarik surat yang diduga ditulis oleh saudara kandung bayi.

Penyelidikan Berlanjut

Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus dilakukan oleh Kepolisian Sektor Pasar Minggu. Upaya untuk mengidentifikasi dan melacak pria yang dilihat Ati menjadi salah satu titik terang. Pemeriksaan terhadap rekaman CCTV di sekitar lokasi juga digalakkan untuk melacak pergerakan tersangka dan mengungkap motif di balik penelantaran bayi tersebut. Kasus ini menyisakan keprihatinan mendalam sekaligus tanda tanya besar tentang siapa yang tega meninggalkan seorang bayi di tempat umum.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar