PARADAPOS.COM - Persija Jakarta U20 berhasil merebut gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Super League U20 2025/2026 setelah menundukkan Malut United U20 dengan skor tipis 1-0. Laga final yang digelar di Lapangan Garudayaksa Football Academy, Bekasi, pada Minggu, 17 Mei 2026 itu, hanya diwarnai satu gol semata wayang yang dicetak oleh Theodore Evan Leeming pada menit ke-41. Sebuah tendangan keras kaki kanan dari sang winger sukses merobek jala gawang lawan dan memastikan kemenangan bagi tim ibu kota.
Perjuangan Panjang Berbuah Manis
Pelatih Persija U20, Furqon Alqatiri, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menilai keberhasilan ini adalah hasil dari kerja keras yang telah dibangun selama hampir satu tahun.
"Alhamdulillah perjuangan anak-anak luar biasa, hampir satu tahun kita kumpul, kita berjuang bareng-bareng, dan dengan kerja keras semua tim Persija bisa juara satu," ujarnya selepas pertandingan.
Menariknya, Furqon mengaku tidak menemui kesulitan berarti dalam menangani skuadnya yang diperkuat dua pemain Timnas U17, Zahaby Gholy dan Fabio Azkairawan. Keduanya baru saja tampil di Piala Dunia U17 2025. Alih-alih menjadi beban, kehadiran mereka justru menjadi nilai tambah yang signifikan.
"Kebetulan pemain-pemain timnas di Persija punya attitude yang bagus-bagus, nurut-nurut, artinya bisa kita arahkan, dan alhamdulillah sangat membantu tim," tutur pelatih yang dinobatkan sebagai pelatih terbaik EPA U20 musim ini.
Dominasi Sepanjang Musim
Keberhasilan Persija U20 bukanlah sebuah kebetulan. Sepanjang musim reguler, mereka tampil dominan dengan memuncaki klasemen Grup A. Dari 32 pertandingan, tim Macan Muda mengoleksi 83 poin berkat 27 kemenangan, dua hasil imbang, dan hanya tiga kali menelan kekalahan.
Catatan produktivitas mereka pun terbilang mencengangkan. Persija U20 berhasil membobol gawang lawan sebanyak 110 kali dan hanya kebobolan 16 gol. Surplus gol mencapai 94 menjadi bukti nyata superioritas mereka di kompetisi usia muda ini.
Di sisi lain, Malut United U20 juga menunjukkan performa impresif sebagai juara Grup B. Mereka mengumpulkan 67 poin dari 21 kemenangan, empat hasil imbang, dan tujuh kekalahan.
Pelipur Lara dan Ambisi yang Gagal
Gelar juara EPA U20 ini menjadi semacam penebus bagi Persija. Sebab, sebelumnya tim U18 mereka harus mengakui keunggulan Malut United U18 dalam drama adu penalti di final EPA Super League U18. Kemenangan di kelompok usia U20 ini sekaligus menggagalkan ambisi Malut United untuk membawa pulang dua trofi dalam sehari.
Sementara itu, di laga final lainnya, Persik Kediri U16 sukses menjadi juara EPA Super League U16 setelah menaklukkan Persis Solo U16 melalui adu penalti dengan skor akhir 5-3.
Daftar Penghargaan EPA Super League 2025/2026
EPA Super League U16
- Best Player: Haikal Kamil (Persik Kediri)
- Best Coach: Imam Rohmawan (Persis Solo)
- Best Goalkeeper: Sendy Juliansyah (Dewa United Banten FC)
- Top Scorer: Ichiro Akbar (Bhayangkara Presisi Lampung FC)
- Fair Play: Persija Jakarta
EPA Super League U18
- Best Player: Kaindra Nabil (Persib Bandung)
- Best Coach: Ferdiansyah (Persija Jakarta)
- Best Goalkeeper: Dhanet Andika (Persis Solo)
- Top Scorer: Hadza Mahendra (Borneo FC Samarinda)
- Fair Play: Persija Jakarta
EPA Super League U20
- Best Player: Fahran Darwan (Malut United FC)
- Best Coach: Furqon (Persija Jakarta)
- Best Goalkeeper: Er Deva Aulia (Persis Solo)
- Top Scorer: Ahmad Mujadid (Persija Jakarta)
- Fair Play: Semen Padang FC
Best Academy (untuk seluruh level kompetisi): Persija Jakarta.
Editor: Reza Pratama
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Polda Metro Selidiki Video Viral Motor Patwal RI 21 yang Memepet Mobil Warga di Senayan
Polda Metro Tetapkan Empat Tersangka Kasus Penyerobotan Lahan KAI di Tanah Abang
Polisi Bekuk Dua Residivis Dukun Pengganda Uang di Mojokerto, Korban Rugi Rp22 Juta
Tiga Tewas dalam Tragedi Berdesakan Suporter Meksiko Usai Kemenangan Bersejarah atas Ekuador