paradapos.com - Berdasarkan informasi yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dugaan adanya suap ke sejumlah pejabat dari perusahaan Jerman.
Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron mengatakan pihaknya akan meneliti lebih detail informasi yang disampaikan Departemen Kehakiman AS.
"Tentunya kami juga komit dengan institusi dan penegak hukum di secara global. Tentu info tersebut nanti akan kami dalami dulu sumber informasinya," ujar Nurul Ghufron.
Baca Juga: Begini Respon Timnas AMIN Usai Pengancam Anies Baswedan Diringkus Polisi
Kata Ghufron, KPK bakal meneliti siapa pejabat yang dimaksud. Namun, tak disampaikan siapa mereka.
Situs pemerintahan Amerika Serikat hanya menyebut pejabat itu berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).
Baca Juga: Grand Krakatau Hotel Buka Lowongan Kerja Baru Januari 2024, Ini Posisi yang Sedang Kosong
Ghufron menambahkan ia memastikan bahwa informasi itu bakal didalami.
Apalagi, jika sudah terbukti oleh Departemen Kehakiman AS perusahaan itu melakukan suap berarti KPK bisa bergerak.
Baca Juga: Jaringan Pemred Promedia Audiensi dengan TKN Fanta dan Relawan Digital Prabowo-Gibran
"Karena kalau memang sudah ada putusan bahwa pihak Jerman melakukan korupsi kepada perusahaan-perusahaan dan pada pejabat-pejabat yang salah satunya pejabat Indonesia, tentu itu menjadi bagian dari kewenangan KPK untuk menindaklanjuti," terangnya.
"Nanti kami akan dalami lebih dulu (informasinya, red)," pungkasnya.***
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: kabarfajar.com
Artikel Terkait
Anggota Polisi Dibegal dan Lukai di Cikarang, Dua Pelaku Ditangkap
Kapolres dan Istri Ditangkap Polda NTB Terkait Jaringan Narkoba
Saksi Ungkap Ammar Zoni Diduga Kendalikan Peredaran Sabu di Rutan Salemba
Ayu Aulia Klaim Jabatan di GBN-MI Hanya Pengalihan Isu