PARADAPOS.COM - Pemerintah Kota Jakarta Timur melakukan inspeksi mendadak di dua pasar untuk memastikan stok dan harga bahan pokok aman menjelang bulan Ramadhan 1447 H/2026 M. Sidak yang melibatkan puluhan personel gabungan ini menemukan harga beberapa komoditas memang mengalami kenaikan, namun dinilai masih dalam batas wajar dan stok tersedia cukup untuk beberapa bulan ke depan.
Inspeksi di Pasar Tradisional dan Modern
Pengawasan lapangan berlangsung serentak di Pasar Tradisional Pondok Bambu dan Pasar Modern The Farmers. Langkah ini merupakan bagian dari rutinitas pengawasan yang selalu digelar pemerintah daerah menyambut hari-hari besar keagamaan, termasuk Tahun Baru Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri.
Di lokasi, tim gabungan memeriksa secara langsung ketersediaan dan harga berbagai komoditas penting, mulai dari daging sapi, daging ayam, cabai, bawang merah, bawang putih, beras, minyak goreng, hingga telur.
Harga Stabil dan Stok Mencukupi
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Timur, Fauzi, yang turun langsung ke Pasar Pondok Bambu, mengakui adanya kenaikan harga. Namun, ia menilai kenaikan tersebut tidak signifikan dan masih terjangkau bagi daya beli masyarakat.
“Berdasarkan hasil pengecekan, ada sejumlah kenaikan harga komoditas, namun tidak terlalu signifikan dan masih dapat dijangkau oleh masyarakat,” ucapnya.
Pendapat senada disampaikan Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto. Ia memastikan stok bahan pangan di pasaran sangat mencukupi untuk kebutuhan tiga hingga empat bulan mendatang.
“Produk yang kami cek meliputi komoditas pertanian, perikanan hingga peternakan. Alhamdulillah, berdasarkan hasil pengawasan, ketersediaan dipastikan masih sangat mencukupi untuk tiga hingga empat bulan mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa kondisi harga secara umum masih stabil. “Secara umum kondisi harga masih stabil. Kalau terdapat kenaikan masih dalam batas wajar,” ungkapnya.
Pemantauan Berkelanjutan Jelang Hari Besar
Meski kondisi saat ini dinilai aman, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan tidak akan lengah. Pemantauan rutin terhadap ketersediaan dan harga pangan, termasuk elpiji 3 kilogram, akan terus dilakukan menjelang serangkaian hari besar keagamaan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jakarta, Uus Kuswanto, menyebutkan bahwa langkah ini dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta.
“Kami bersama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta melakukan sejumlah kegiatan, seperti monitoring rutin ketersediaan dan harga pangan,” tuturnya.
Strategi Jangka Panjang dan Edukasi Publik
Selain pemantauan, pemerintah juga menjalankan sejumlah strategi jangka panjang dan edukasi. Upaya tersebut mencakup pemberian subsidi pangan untuk kelompok rentan, kampanye bijak belanja untuk mencegah panic buying, serta pengembangan urban farming atau pertanian perkotaan.
Transparansi informasi juga menjadi perhatian. Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini mengenai situasi pangan di Ibu Kota melalui aplikasi JAKI. Pemerintah juga menggalang kerja sama antar daerah dan kemitraan bisnis melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di sektor pangan untuk menjaga rantai pasokan tetap lancar.
Artikel Terkait
Pemerintah Gelontorkan Rp 911 Miliar untuk Subsidi Mudik dan Rp 11,9 Triliun untuk Bansos Pangan Jelang Lebaran 2026
Wamendikdasmen Tolak Usulan Badan Guru Nasional, Soroti Pentingnya Efektivitas Lembaga
KAI Siapkan Lebih dari 45 Ribu Kursi Diskon 30% untuk Mudik dari Stasiun Malang
KAI Daop 6 Yogyakarta Beri Diskon 30% untuk 85 Perjalanan Kereta Ekonomi Mudik 2026