Dua Ahli Roy Suryo Selesaikan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

- Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Dua Ahli Roy Suryo Selesaikan Pemeriksaan di Polda Metro Jaya

PARADAPOS.COM - Dua ahli yang mendukung laporan Roy Suryo terkait ijazah Presiden Joko Widodo telah menyelesaikan pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Bonatua Silalahi dan Leony Lidya diperiksa sebagai saksi ahli pada Rabu (11 Februari 2026) dalam penyelidikan kasus dugaan pemalsuan dokumen pendidikan presiden. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari proses hukum yang berjalan menyusul laporan yang telah dilayangkan sebelumnya.

Pemeriksaan Mengulik Asal-Usul Data Ijazah

Setelah menjalani pemeriksaan yang cukup mendalam, Bonatua Silalahi mengungkapkan bahwa ia menerima 27 pertanyaan dari penyidik. Fokus pertanyaan berpusat pada salinan ijazah Jokowi yang ia peroleh dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang dijadikan sebagai bahan analisis utama.

"Cukup lama ya, ada 27 pertanyaan. Intinya terkait saya sebagai ahli kebijakan publik dan sebagai peneliti yang sudah berempiris, menemukan fotokopi ijazah terlegalisir berwarna dari KPU secara resmi, menjadi satu-satunya sumber resmi, data resmi, untuk yang beredar saat ini," tuturnya di hadapan wartawan.

Kesamaan dengan Dokumen yang Beredar di Media Sosial

Bonatua kemudian memaparkan detail kesamaan yang ia temukan. Menurut penjelasannya kepada penyidik, data ijazah yang diunggah oleh kader PSI Dian Sandi di platform media sosial memiliki kemiripan yang sangat tinggi dengan salinan yang ia terima dari KPU. Kesamaan itu mencakup berbagai elemen krusial seperti tanda tangan, format blanko, hingga nomor ijazahnya.

Ia menegaskan posisinya sebagai peneliti yang menggunakan data dari KPU tersebut sebagai data sekunder yang sah. "Saya terangkan ke penyidik, selaku peneliti memang membutuhkan data yang saya (dapat dari) KPU ini sebagai data sekunder. Karena ini data copy dari data primer yang diakui KPU. KPU meyakini itu adalah data primer hasil fotokopi yang diambil mereka dari aslinya," jelasnya lebih lanjut.

Validitas Sampel dan Metodologi Penelitian

Dari dialog dengan penyidik, terungkap bahwa sampel ijazah yang dianalisis oleh tim Roy Suryo berasal dari unggahan Dian Sandi. Bonatua berpendapat, dengan dasar itu, analisis yang dilakukan telah berdasar pada sampel yang tepat.

"Berarti yang dianalisa mereka ini informasinya sudah tepat. Semua informasi itu ada di ijazah yang diupload Dian Sandi di Medsos X, dengan informasi yang ada di KPU, ijazah yang dari KPU, itu sama semua," ujarnya.

Bonatua kemudian menyoroti aspek metodologi penelitian. Ia berargumen bahwa keabsahan sebuah penelitian sangat bergantung pada metode yang digunakan, meski sampel datanya sama. "Jadi, sepanjang itu yang dianalisis sampel yang mirip, sampel yang sama di Dian Sandi dengan informasi yang sama di KPU, maka saya bilang itu penelitian yang sah. Tinggal masalahnya, tantangannya adalah, apakah analisisnya, apakah pembahasannya, apakah kesimpulannya itu berbeda, itu kan tergantung metodologi penelitinya," pungkas Bonatua menutup pernyataannya.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar