Gubernur DKI Resmikan Maroedja Sport Park 2,2 Hektare di Kembangan

- Kamis, 12 Februari 2026 | 08:25 WIB
Gubernur DKI Resmikan Maroedja Sport Park 2,2 Hektare di Kembangan

PARADAPOS.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Maroedja Sport Park, sebuah ruang terbuka hijau publik seluas 2,2 hektare di Kembangan, Jakarta Barat, pada Kamis (12/2/2026). Fasilitas yang dibangun dengan anggaran Rp10,9 miliar ini dirancang sebagai pusat olahraga dan ruang interaksi warga, sekaligus bagian dari penataan Koridor Meruya.

Kolaborasi untuk Ruang Publik yang Produktif

Dalam sambutannya, Pramono Anung menekankan bahwa pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI. Tujuannya adalah menata lahan publik agar lebih bermanfaat dan produktif bagi masyarakat. Ia mengakui bahwa pembangunan ini baru mencapai tahap pertama.

“Ini baru tahap pertama, nanti diselesaikan tahap kedua. Sekaligus menjadi bagian penataan Koridor Meruya untuk menambah ruang terbuka hijau publik dan wadah interaksi sosial,” jelasnya.

Komitmen Penyelesaian dan Visi Jangka Panjang

Gubernur memberikan instruksi tegas kepada Pemerintah Kota Jakarta Barat dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk segera menuntaskan tahap kedua pembangunan. Ia menyatakan kesiapan pemerintah provinsi untuk turun tangan jika diperlukan, menunjukkan prioritas tinggi terhadap proyek ini.

“Kalau tidak bisa diselesaikan, Pemprov akan turun tangan. Kita sedang membangun ekosistem olahraga berkelanjutan dan memperkuat Jakarta sebagai destinasi sport tourism regional,” tegas Pramono.

Lokasi yang dinilai strategis ini rencananya akan dilengkapi dengan pencahayaan dan videotron, sehingga dapat beroperasi hingga malam hari dan meningkatkan nilai manfaatnya. Pramono juga mengajak partisipasi warga dalam merawat aset publik ini.

“Dengan fasilitas ini, saya ajak warga ikut merawat. Ini bagian dari jati diri kota di tengah pembangunan Jakarta yang terus bergerak,” ujarnya.

Konsep Sponge City dan Zona Multifungsi

Maroedja Sport Park, yang sebelumnya dikenal sebagai Lapangan Ki Amat, dirancang dengan menerapkan prinsip sponge city infrastructure. Konsep ini tidak hanya bertujuan untuk estetika, tetapi juga mengutamakan fungsi ekologis, khususnya dalam penyerapan air.

Kawasan ini terbagi menjadi empat zona terintegrasi. Zona olahraga menyediakan lapangan basket, mini soccer, dan jogging track. Zona rekreasi menawarkan playground, forest cafe, hingga plaza UMKM. Sementara itu, zona penerima dan zona penyerapan air dilengkapi dengan kolam retensi dan forest walk, yang berperan penting dalam mendukung keseimbangan lingkungan kawasan.

Melalui pendekatan multifungsi ini, Pemprov DKI Jakarta berharap ruang terbuka hijau tidak hanya menjadi paru-paru kota, tetapi juga berkembang menjadi simpul aktivitas sosial yang dapat menggerakkan ekonomi lokal di sekitarnya.

Editor: Wahyu Pradana

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar