PUMA juga akan terus mencari kemitraan yang sejalan dengan visinya untuk masa depan yang lebih berkelanjutan dan inklusif.
Keputusan PUMA untuk mengakhiri kerja sama dengan IFA dapat dilihat sebagai langkah strategis yang dilakukan PUMA untuk memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dan inklusi.
PUMA telah lama menjadi pendukung gerakan Black Lives Matter dan telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keragaman dan inklusi di dalam perusahaannya.
Keputusan PUMA ini juga dapat dilihat sebagai respons terhadap konflik yang sedang berlangsung di Israel dan Palestina.
Konflik ini telah menyebabkan meningkatnya ketegangan antara kedua belah pihak, termasuk di dunia olahraga.
Keputusan PUMA untuk mengakhiri kerja sama dengan IFA adalah keputusan yang penting.
Keputusan ini menunjukkan bahwa PUMA berkomitmen untuk mendukung nilai-nilai yang mereka percayai, bahkan jika itu berarti mengorbankan hubungan bisnis yang menguntungkan.***
Artikel asli: nusahits.com
Artikel Terkait
Video Viral Wanita Joget Pegang Ikan Pesut Mahakam Langka, Terancam Hukum Pidana
Keracunan Massal MBG Soto Ayam Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung: Kronologi, Gugatan Rp 7 M, dan Fakta Lengkap
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time Terlengkap 2024