"Padahal, guru merupakan profesi yang demikian mulia, mendidik calon generasi penerus bangsa,"katanya.
Bamsoet juga berpesan, sebagai tempat bernaung para guru, keberadaan PGRI harus tetap solid dan jangan sampai terpecah belah. Apalagi di tahun 2024 ini yang merupakan tahun politik. Dengan begitu, PGRI akan terus menjadi lokomotif dalam memajukan kehidupan pendidikan di Indonesia.
"PGRI merupakan mitra strategis pemerintah dalam mengelola dan mengawasi anggaran pendidikan dalam APBN. Perlu kita sadari, masih ada persoalan-persoalan mendasar yang masih menjadi pekerjaan rumah,"katanya.
Baca Juga: Tampil Gemilang, PSCS Cilacap Tundukkan Persekat Tegal
Saat ini, sesuai amanat konstitusi, anggaran pendidikan dalam APBN sudah dialokasikan sebesar 20 persen.
Dalam APBN 2024, jumlahnya mencapai sekitar Rp 660,8 triliun. Meski begitu, masih diperlukan evaluasi dan pembenahan dalam distribusi anggaran pendidikan agar tepat sasaran menjawab persoalan mendasar dunia pendidikan.
Bambang Soesatyo juga mengingatkan para guru agar jangan sampai termakan isu terkait suku, ras dan agama (SARA), terlebih saat ini.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: banyumas.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Mulyono Purwo Wijoyo Ditangkap KPK: Kronologi Lengkap Korupsi Restitusi PPN Miliaran Rupiah
TNI Klarifikasi Video Viral: Intel Awasi Anies di Warung Soto Karanganyar?
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
Surat Anak SD Bunuh Diri di NTT: Analisis Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara