"Saya bilang ibadah orang muslim cukup setengah mati. Kenapa setengah mati? Karena berat, (sholat) sehari 5 kali. Kita orang Kristen seminggu sekali, sudah gitu duduknya juga santai-santai," paparnya.
Selain itu, lanjut Pendeta Gilbert, dalam pelaksanaan ibadah sholat bagi umat muslim ada gerakan tertentu yang tidak boleh salah. Salah satu gerakan dalam sholat yang dia garis bahawi adalah harus melipat kaki. Dia pun mengakui hal itu sulit dilakukan bagi orang Kristen lantaran tidak terbiasa melakukannya.
"Mungkin Pak JK yang usianya 82 tahun masih bisa lipat kaki kayak gitu. Kita di gereja, umur 45 tahun masih bisa lipat kaki kayak gitu hebat. Kenapa ? Karena ibadahnya paling santai," katanya.
Selain itu, Pendeta Gilbert Lumoindong juga menjelaskan terkait keharusan memberi di dalam agama Kristen sebesar 10 persen. Sedangkan di dalam Islam hanya sekitar 2,5 persen.
"Tapi setelah bicara sama Pak JK, dia bilang 'salah pendeta. 2,5 persen itu cuma zakat. Belum infak, belum sedekah, belum wakaf. Itu lebih berat lagi.' Jadi sekali lagi saya minta maaf kegaduhan ini," tuturnya.
Sumber: jawapos
Artikel Terkait
Intervensi AS di Venezuela: Analisis Hegemoni, Minyak, dan Ancaman Kedaulatan
KPK Tetapkan Mantan Menag Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Rp100 Miliar Dikembalikan
Kasus Timothy Ronald: Influencer Kripto Dilaporkan Polisi, Korban Rugi Rp 3 Miliar
Video Batang Timur 16 Detik Viral: Fakta, Modus Love Scam, dan Dampak Stigma