"Terbukti yang dikumpulkan Jokowi saat di skripsi halaman depan ada tanda tangan, meskipun tanda tangannya meragukan kok namanya juga beda abjadnya u ditulisnya oe, kemudian depannya profesor kok belakangnya masih doktor, sama tidak ada lembar pengujiannya," kata Roy Suryo.
"Harus ada, meski itu copy ke berapa semuanya harus ada tanda tangan semua. Apalagi yang tersimpan sebagai milik kampus. Tidak bisa hanya fotocopynya saja," kata Roy Suryo.
Ia mengaku mendapatkan skripsi tersebut dari perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM.
"Versi resmi yang diberikan wakil rektor dan itu milik perpustakaan Fakultas Kehutanan, clear, itu resmi. Dan mereka mengatakan hanya ini skripsinya," kata Roy Suryo.
Kompas.com dua tahun lalu pernah mewawancarai Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta sambil melihat secara langsung penampakan skripsi Jokowi.
Sigit menerangkan mulai dari salinan ijazah yang disimpan pihak kampus.
"Salinan ijazah ini, kalau ijazah aslinya dipegang yang bersangkutan, Joko Widodo," katanya.
Pada ijazah tersebut juga terdapat nomor registrasi yang selama ini dipergunjingkan.
"Nomor register ini. Ini yang biasanya di media sosial tidak nampak, padahal ini ada. Saya gak tahu kenapa bisa begitu," kata Sigit.
Ia menerangkan biasanya skripsi asli memang diserahkan pada pihak kampus.
"Kalau skrispsi asli memang diserahkan pada kami," katanya.
Sedangkan skripsi yang ada di perpustakaan, kata Sigit, adalah salinan.
"Untuk sementara yang kami tampilkan di perpustakaan adalah salinan, sedangkan yang asli kami simpan di tempat khusus," kata Sigit.
Saat ditunjukan judul skripsi Jokowi adalah:
"Studi Tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis Pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta"
Oleh Joko Widid 1681/Kt
Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada Yogyakarta 1985".
Tampak ada dua stempel di bagian kiri skripsi Jokowi.
"Perp Kehutanan UGM 110962"
"PK 85.155 Jok B".
Sumber: Tribun
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya