Target Nol Keracunan MBG 2026 BGN: Kontroversi Pernyataan "Garansi Allah"
Pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menargetkan nol kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya ambisi targetnya, tetapi juga pernyataan kontroversial yang menyebut soal "garansi Allah" yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Pernyataan Kontroversial "Garansi Allah" dari Wakil Kepala BGN
Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, saat menjelaskan komitmen lembaganya menekan kasus keracunan MBG hingga nol insiden pada tahun depan. "Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir," ujar Nanik dalam konferensi pers.
Kutipan tersebut langsung menyedot perhatian. Banyak warganet mempertanyakan, apakah jaminan keamanan makanan bagi jutaan penerima MBG cukup disandarkan pada ikhtiar dan keyakinan, atau harus ditopang sepenuhnya oleh sistem pengawasan pangan yang ketat dan terukur.
Target Nol Keracunan di Tengah Rekam Jejak Panjang Kasus
Secara faktual, target nol keracunan yang dicanangkan BGN bukan tanpa konteks. Sepanjang 2025, program MBG diwarnai berbagai laporan keracunan makanan di sejumlah daerah. Data mencatat ribuan siswa sempat mengalami gangguan kesehatan, bahkan ratusan di antaranya harus dirawat.
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya