Padahal menurut ulama 59 tahun ini, kata Ihsan sendiri merupakan bahasa yang dipakai sehari-hari oleh masyarakat Indonesia.
“Padahal Ihsan itu sudah menjadi Bahasa Indonesia, iman, Islam, ihsan, itu bahasa Arab yang sudah menjadi Bahasa Indonesia," katanya menyambung.
Lebih lanjut, Habib Rizieq juga menyoroti soal besarnya biaya yang dikeluarkan untuk keperluan ganti nama RSUD Al Ihsan tersebut.
"Ganti nama itu berat, karena itu menyangkut administrasi," ucapnya.
Keputusan mengganti nama Al Ihsan menjadi Welas Asih menurut Habib Rizieq adalah keputusan konyol.
"Jangan yang konyol-konyol lah nama Al Ihsan diganti, kecuali kalau namanya jelek," katanya.
Habib Rizieq mengakhiri pernyataannya dengan menyebut bahwa penggantian nama semacam ini mencerminkan sikap rasis yang tidak bisa dibenarkan dalam Islam.
"Sikap rasis semacam ini haram buat Islam ya akhwat. Haram," ujarnya.
Alasan Dedi Mulyadi Ganti Nama RSUD Al Ihsan
Dedi Mulyadi mengatakan bahwa nama Welas Asih dipilih karena lebih mudah dipahami dan mencerminkan karakter masyarakat Jawa Barat, khususnya Sunda.
Selain itu, Dedi juga ingin membuang memori buruk dari keterkaitan dengan yayasan pendiri Al Ihsan yang tersangkut kasus korupsi di masa lalu.
"Rumah sakit itu merupakan barang bukti yang dikembalikan berdasarkan putusan Mahkamah Agung tahun 2023," kata Dedi melalui unggahannya.
"Barang bukti itu merupakan sitaan pengadilan atas kasus korupsi yayasan Al Ihsan," ucap Dedi.
👇👇
[VIDEO]
Sumber: Suara
Artikel Terkait
Polisi Tabrak 4 Motor di Asahan dan Kabur Dikejar Massa: Kronologi Lengkap
Ressa Rizky Rossano Gugat Denada: Klaim Anak Kandung & Tuntut Ganti Rugi Miliaran Atas Penelantaran
Eggi Sudjana dan Fenomena Pengkhianatan Politik: Analisis Sejarah & Karakter Bangsa
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh, Ini Fakta dan Bantahannya