PARADAPOS.COM - Pemerintah Australia melontarkan kecaman balasan terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, yang sebelumnya menyebut PM Anthony Albanese sebagai "politikus lemah" dan menuduhnya telah mengkhianati Israel.
Canberra dalam balasannya, seperti dilansir AFP, Rabu (20/8/2025), menyindir Netanyahu dengan mengatakan bahwa kekuatan itu lebih dari sekadar "berapa banyak orang yang bisa Anda ledakkan".
Selama beberapa dekade ini, Australia menganggap dirinya sebagai teman dekat Israel.
Namun hubungan kedua negara dengan cepat memburuk setelah Canberra, pekan lalu, mengumumkan rencananya untuk mengakui negara Palestina.
Netanyahu secara drastis meningkatkan perang kata-kata antara kedua negara pada Selasa (19/8) malam, dengan menyebut sang PM Australia sebagai "politikus lemah yang mengkhianati Israel" dan "menelantarkan orang-orang Yahudi di Australia".
Respons keras terhadap tuduhan Netanyahu itu disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke.
Dalam pernyataan pada Rabu (20/8), Burke mengatakan bahwa pernyataan Netanyahu tersebut merupakan tanda-tanda seorang pemimpin yang frustrasi sedang "menyerang tiba-tiba"
"Kekuatan tidak diukur dari berapa banyak orang yang bisa Anda ledakkan atau berapa banyak anak yang bisa Anda biarkan kelaparan," kata Burke dengan nada menyindir Netanyahu, saat berbicara kepada televisi nasional ABC.
Sepanjang tahun 1950-an, Australia menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang Yahudi yang melarikan diri dari kengerian Holocaust.
Artikel Terkait
Review Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Kontroversi & Dampak ke Stand Up Comedy Indonesia
Ambang Gugur di Amerika: Krisis Kesehatan, Upah, dan Utang yang Mengancam American Dream
Jenazah Pelatih Valencia CF Ditemukan di Labuan Bajo, 2 Korban Masih Dicari
Intervensi AS di Venezuela: Pola Hegemoni & Ironi Sejarah Amerika Latin Terulang