PARADAPOS.COM - Pemerintah Iran mengumumkan pembukaan penuh Selat Hormuz bagi semua kapal komersial, bertepatan dengan masa gencatan senjata 10 hari di Lebanon. Pernyataan yang disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri ini sekaligus memuat peringatan bahwa Teheran akan membalas jika Amerika Serikat terus melanjutkan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhannya. Langkah ini menandai perkembangan baru dalam ketegangan di jalur pelayaran strategis yang vital bagi pasokan minyak global tersebut.
Pernyataan Resmi dan Rute yang Ditentukan
Pengumuman itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebagai penjelasan lebih lanjut atas unggahan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi di platform media sosial. Menurut laporan dari kantor berita dalam negeri Iran, aktivitas pengiriman barang melalui selat itu akan diizinkan, namun harus melalui koridor atau rute yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak berwenang Iran. Kebijakan ini tampaknya menjadi upaya untuk menyeimbangkan kepentingan perdagangan internasional dengan kebutuhan Iran untuk menjaga kedaulatan dan keamanan di perairannya.
Namun, Baghaei dengan tegas menyampaikan sikap balasan yang akan diambil negaranya. "Jika blokade maritim terhadap pelabuhan Iran berlanjut, Iran akan mengambil tindakan balasan. Iran adalah penjaga Selat Hormuz dan akan menunjukkan kelonggaran jika diperlukan," ungkapnya. Pernyataan tersebut menegaskan posisi Iran yang melihat dirinya sebagai pihak berwenang utama di selat itu, sekaligus menyisipkan ancaman terselubung jika tekanan dari AS tidak dikurangi.
Respons dari Washington
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif langkah Iran membuka Selat Hormuz. Meski demikian, respons dari pemimpin AS itu tidak diikuti dengan janji untuk mencabut blokade. Sebaliknya, Trump menegaskan bahwa tekanan maritim terhadap Iran akan tetap dipertahankan. Dalam sebuah pesan yang dikutip media internasional, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan kebijakan tekanan maksimum.
Trump memperjelas posisi pemerintahannya dalam pesan lanjutan. "Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya terkait dengan Iran, hanya, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100%," jelasnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa blokade merupakan alat diplomasi untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan, menuju sebuah kesepakatan baru yang diinginkan Washington. Situasi ini meninggalkan dunia internasional menanti langkah selanjutnya, apakah pembukaan selat ini akan menjadi pintu bagi de-eskalasi atau justru babak baru dalam pernyataan sikap kedua negara.
Artikel Terkait
Pensiunan Guru Tewas Ditikam Menantu di Lampung Selatan
Trump Unggah Gambar AI Dirinya sebagai Yesus, Picu Kecaman Internasional dan Wacana Pemakzulan
Bulog Buka Gudang untuk Publik Usai Inspeksi Mendadak Presiden Prabowo
Hino Investasi Rp1,8 Triliun di Indonesia, Targetkan Jadi Basis Ekspor Global