PARADAPOS.COM - Isu dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan kejanggalan riwayat pendidikan Wakil Presiden Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, terus bergulir kencang di berbagai media platform.
Pasalnya, semakin Jokowi dan Gibran menutup akses terhadap dokumen pendidikan mereka maka isu tersebut tidak akan pernah selesai.
Menjadi hal yang wajar bila Roy Suryo mendatangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen) untuk meminta keterangan terkait dugaan ijazah palsu dari Gibran.
Polemik dugaan ijazah palsu dan latar belakang pendidikan hanya akan selesai bila Jokowi dan Gibran secara terbuka memperlihatkan ijazah mereka.
Prinsip akuntabilitas dan keterbukaan pejabat publik seharusnya dijadikan dasar agar masyarakat mendapat kepastian mengenai ijazah pemimpinnya.
Sah-sah saja kemudian ribut ketidakpuasan terhadap figur-figur kepemimpinan dengan latar belakang yang dianggap “kurang” justru mendominasi.
Hal ini memicu peristiwa viral di media sosial dengan frasa: “TRAG3DI ABAD INI DISEBUAH NEGERI DONGENG, DENGAN JUTAAN MASTER & PROFESSOR DIACAK-ACAK KELUARGA YANG PENDIDIKANNYA TIDAK JELAS”.
Frasa itu adalah respons atau sindiran untuk menggambarkan situasi di mana keahlian dan pendidikan tidak dihargai, dan kekuasaan jatuh ke tangan orang-orang yang tidak kompeten.
Postingan ini bersifat satir atau menyindir, merujuk pada isu atau skandal yang sedang hangat diperbincangkan sekarang ini.
Unggahan dari akun Mozaik Karim pun mendapat komentar dari warganet.
Artikel Terkait
Hotman Paris Sindir Kreator Podcast: Pemilik Akun Justru Juara Selingkuh
Menteri Keuangan Sulit Tidur, Penerimaan Pajak 2025 Dipastikan Meleset Rp57,8 Triliun
Mulai 2026, Hukuman Kerja Sosial Gantikan Penjara untuk Kejahatan Tertentu
Video Viral Jule dan Yuka di Hotel: Fakta Hoaks & Bahaya Link Phishing