PARADAPOS.COM - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, turut serta dalam sesi pemanasan jelang Soekarno Run 2026 di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (15/2/2026). Politisi senior itu, yang mengenakan jersey merah, bersiap menempuh rute lari sejauh 10 kilometer. Dalam pernyataannya, Hasto menegaskan bahwa acara ini lebih dari sekadar ajang olahraga, melainkan juga sebuah upaya untuk membangun kedekatan emosional dengan warisan Sang Proklamator, Soekarno, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan semangat kebangsaan.
Makna di Balik Langkah Kaki
Di tengah keriuhan peserta yang bersiap, Hasto Kristiyanto menjelaskan dimensi filosofis dari kegiatan lari tersebut. Bagi dia dan partainya, setiap langkah dalam Soekarno Run bukan semata tentang kesehatan jasmani. Aktivitas ini dipandang sebagai medium untuk menyelami lebih dalam ide-ide besar pendiri bangsa.
Politisi yang akrab disapa Hasto ini berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan para peserta untuk merefleksikan pemikiran Bung Karno. Nilai-nilai seperti kedisiplinan dan cinta tanah air, menurutnya, dapat tumbuh dari proses fisik yang penuh tantangan ini, kemudian diwujudkan dalam semangat membangun Indonesia Raya.
Membangun Ikatan Emosional dengan Sejarah
Penekanan pada aspek historis dan edukatif menjadi sorotan utama dalam pernyataan Hasto. Ia melihat acara lari sebagai jembatan yang menghubungkan generasi sekarang dengan figur pemersatu bangsa.
"Ajang ini merupakan upaya membangun ikatan emosional dengan Bung Karno," tuturnya di lokasi start lomba. "Kami berharap para peserta meresapi ide dan pemikiran beliau, serta membangun kedisiplinan demi semangat Indonesia Raya," lanjut Hasto dengan penuh keyakinan.
Pernyataan itu disampaikannya dengan nada serius, menggarisbawahi bahwa kegiatan komunitas seperti ini memiliki dampak yang melampaui batas-batas olahraga biasa. Dalam pandangan analisis politik, partisipasi tokoh partai dalam acara bertema nasional seperti ini juga kerap dilihat sebagai bentuk komunikasi politik yang langsung menyentuh masyarakat, membingkai narasi kebangsaan dalam kegiatan yang partisipatif dan mudah diakses.
Artikel Terkait
BNPB Serahkan 252 Unit Huntara untuk Korban Bencana di Aceh Tengah
Tiga Menteri Terbitkan Pedoman Pembelajaran Selama Ramadan 2026
Pemkot Surakarta Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan 2026
Pendaftaran Mudik Gratis Lebaran 2026 DKI Jakarta Dibuka 22 Februari