Cak Imin Ungkap Syok, Ortu Santri: Syukur Anak Saya Gugur, 3 Lagi Kalau Bisa

- Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:25 WIB
Cak Imin Ungkap Syok, Ortu Santri: Syukur Anak Saya Gugur, 3 Lagi Kalau Bisa

Kisah Orang Tua Santri Al Khoziny: Bersyukur Anaknya Meninggal dalam Keadaan Baik

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, mengungkapkan sebuah kisah mengharukan terkait musibah robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menceritakan respons luar biasa dari salah satu orang tua santri yang menjadi korban.

Menurut Cak Imin, ketika jenazah anaknya diantarkan, seorang Kiai asal Madura yang merupakan wali santri tersebut justru menyatakan rasa syukur. Sang Kiai berkata bahwa ia tidak sedih, melainkan bersyukur karena anaknya meninggal dalam keadaan sedang salat dan menuntut ilmu di pesantren.

Lebih mengharukan lagi, Kiai tersebut bahkan menyampaikan keinginannya agar tiga anaknya yang lain juga dapat meninggal dalam keadaan yang sama baiknya. "Saya ingin anak saya begitu lagi, tiga lagi kalau bisa," ujar Cak Imin menirukan perkataan Kiai tersebut.

Cak Imin mengakui bahwa sikap seperti ini mungkin sulit dicerna oleh logika umum. "Jadi kalau nggak logika yang kuat keimanan dan kekhasan pesantren, mungkin adalah sesuatu yang amat sangat berat," tuturnya.

Respons Masyarakat dan Pro-Kontra Pembangunan Kembali

Ketika cuplikan pidato Cak Imin ini viral di media sosial, banyak warganet yang menyatakan dapat memahami keikhlasan orang tua para santri. Namun, di sisi lain, mereka juga menekankan pentingnya mengusut tuntas penyebab robohnya bangunan ponpes tersebut.

Sejumlah komentar warganet menyoroti perbedaan antara musibah murni dan musibah akibat kelalaian. Sebagian berpendapat bahwa meskipun meninggal dalam keadaan beribadah adalah hal yang baik, hal itu tidak seharusnya terjadi karena bangunan yang runtuh akibat pembangunan yang tidak benar.

Sebagai informasi, musibah robohnya Pondok Pesantren Al Khoziny menewaskan 51 santri yang jenazahnya telah berhasil diidentifikasi per 11 Oktober 2025. Masih terdapat 13 kantong jenazah yang belum teridentifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur.

Di tengah pro-kontra rencana pemerintah membangun kembali pesantren menggunakan APBN, Cak Imin menantang pihak yang kontra untuk memberikan solusi bagi 1.900 santri yang masih belajar di sana. "Kepada DPR yang ada satu dua orang yang memprotes, apa solusi Anda? Dengan 1.900 santri yang sedang belajar," tutur Cak Imin.

Sumber: Suara.com

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar