Leapmotor Siap Masuk Indonesia, Didistribusikan oleh Indomobil

- Senin, 23 Februari 2026 | 04:00 WIB
Leapmotor Siap Masuk Indonesia, Didistribusikan oleh Indomobil

PARADAPOS.COM - Merek kendaraan listrik asal Tiongkok, Leapmotor, dipastikan akan segera masuk ke pasar Indonesia. PT Indomobil National Distributor akan menjadi pintu masuk bagi brand yang kini berada di bawah payung grup otomotif global Stellantis ini. Kehadirannya diharapkan dapat memperkaya pilihan konsumen Indonesia di segi mobil listrik berbasis teknologi.

Strategi Bertumbuh: Fondasi Teknikal yang Kuat

Berbeda dengan beberapa kompetitor yang fokus pada ekspansi cepat, Leapmotor memilih pendekatan yang lebih terukur. Sejak didirikan di Zhejiang pada akhir 2015, perusahaan ini menempatkan kekuatan rekayasa (engineering) dan penguasaan teknologi inti sebagai DNA utama. Mereka secara konsisten membangun kapabilitas riset dan pengembangan secara internal, termasuk untuk arsitektur elektronik kendaraan dan sistem kontrol yang modern.

Strategi ini menjadi pembeda di tengah persaingan ketat pasar New Energy Vehicle (NEV) Tiongkok. Dengan bertumpu pada fondasi manufaktur yang solid dan pengembangan teknologi mandiri, Leapmotor berupaya mendorong efisiensi, kualitas, dan inovasi produk secara berkelanjutan.

Dari S01 Hingga Pabrik di Hangzhou

Perjalanan Leapmotor dimulai dengan pembangunan fasilitas manufaktur di Hangzhou, yang menandai komitmen mereka terhadap kesiapan industrial. Pusat strategi bisnisnya diletakkan pada departemen R&D, dengan tujuan membangun kendali penuh atas teknologi inti untuk menjaga konsistensi kualitas dan efisiensi biaya.

Model pertama mereka, S01 yang diluncurkan pada 2018, menjadi penanda kemampuan dan identitas awal. Mobil itu dirancang sebagai perwujudan integrasi teknologi yang dikembangkan secara internal, menekankan arsitektur elektronik dan pengalaman berkendara berbasis teknologi. Fase produksi komersial yang konsisten sejak 2019 kemudian menjadi landasan penting bagi pertumbuhan mereka sebagai pemain otomotif yang berorientasi jangka panjang.

Transformasi Menjadi Kontender NEV

Dalam beberapa tahun terakhir, Leapmotor menunjukkan transformasi signifikan dari pemain domestik menjadi salah satu kontender NEV dengan skala produksi yang terus membesar. Ekspansi portofolio produk dan penguatan kapasitas industrial dilakukan sambil membangun positioning sebagai merek yang menawarkan teknologi maju dengan nilai kompetitif.

Pertumbuhan mereka banyak diamati karena didukung fondasi teknikal yang kuat, bukan sekadar mengikuti tren. Kunci dari pendekatan ini adalah integrasi vertikal.

"Ini memungkinkan kontrol kualitas lebih konsisten sekaligus mempercepat inovasi," jelas perusahaan mengenai strateginya.

Pengembangan internal dilakukan untuk sejumlah sistem utama, mulai dari motor listrik dan penggerak, arsitektur elektronik dan perangkat lunak, hingga sistem sensor, kamera, serta manajemen energi baterai. Di era dimana diferensiasi terletak pada "otak" kendaraan, Leapmotor berupaya membangun mobil listrik sebagai platform teknologi yang berorientasi pada masa depan.

Akselerasi Global Bersama Stellantis

Babak ekspansi global Leapmotor mendapatkan akselerasi penting setelah menjalin kemitraan strategis dengan raksasa otomotif Stellantis pada 2023. Kolaborasi ini menjadi langkah krusial untuk membawa merek tersebut ke panggung internasional, termasuk Indonesia.

Bagi Stellantis, kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk menghadirkan brand dengan basis teknologi kuat ke pasar-pasar potensial. Dengan penguasaan internal atas sistem inti kendaraan listrik—dari motor, baterai, hingga perangkat lunak—Leapmotor dianggap dapat memperkaya portofolio Stellantis Brand House dengan kapabilitas rekayasa yang solid. Kehadirannya di Indonesia menjadi bagian dari strategi jangka panjang grup tersebut dalam menghadirkan pilihan mobilitas masa depan yang relevan dan inovatif bagi konsumen.

Editor: Dian Lestari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar