Proses pergantian menteri dalam kabinet dilakukan melalui sistem peringatan bertahap. "Kalau ada satu-dua (menteri) nakal, saya peringati. Satu kali peringatan masih nakal, dua kali peringatan, tiga kali apa boleh buat, reshuffle. Harus diganti, karena demi negara, bangsa, dan rakyat," jelas Prabowo.
Rapat Akhir Pekan Jadi Rutinitas
Bahlil juga mengungkapkan komitmennya sebagai menteri dengan menyiapkan materi rapat kapan pun diminta. Ia menyebut Prabowo tidak mengenal tanggal merah dalam menjalankan tugas kepemimpinan.
"Jadi sebagai pembantu Bapak Presiden, harus selalu siap setiap saat. Harus siap untuk menyiapkan materi baik diminta maupun tidak diminta. Jadi ketika diminta seperti hari ini, ya kita harus melaporkan semuanya," tutur Bahlil.
Meski demikian, Bahlil enggan berkomentar lebih jauh mengenai sosok menteri yang dimaksud Prabowo dalam pernyataan reshuffle. "Saya belum tahu itu. Itu yang tahu itu hanya Bapak Presiden. Ya, kita sesama bus kota jangan saling mendahului, ya," katanya.
Sumber: https://www.inilah.com/bahlil-pasrah-rapat-di-akhir-pekan-jadi-rutinitas-presiden-prabowo
Artikel Terkait
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi, Penyebab, dan Kondisi Terkini
Danantara Ambil Alih 28 Perusahaan di Sumatra, Termasuk Tambang Agincourt ke Perminas
Hotman Paris Bantu Kasus Es Gabus Suderajat: Perempuan Pemicu Viral Dicari Netizen
Insiden Paspampres vs Pers Inggris di London: Klarifikasi Resmi dan Kronologi Lengkap