Momen Jokowi Dikomplain Tak Bisa Jaga Raisa, Kini Jadi Sorotan Lagi
Di tengah ramainya isu keretakan rumah tangga Raisa dan Hamish Daud, jejak digital lawas mengenai pernikahan mereka kembali mencuat. Kali ini, pernyataan ikonik Presiden Joko Widodo (Jokowi) tentang hal itu pun kembali diingat publik.
Hebatnya, pernikahan Raisa Andriana dan Hamish Daud pada November 2017 silam sempat menjadi perbincangan hingga ke tingkat Presiden. Jokowi mengaku pernah mendapat komplain karena dianggap tidak mampu menjaga Raisa yang disebut sebagai salah satu aset negara.
Pernyataan Jokowi Soal Raisa yang Kembali Viral
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi dalam orasinya pada Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, tanggal 11 September 2017. Kini, cuplikan videonya diunggah ulang di TikTok dan viral kembali seiring dengan isu perceraian pasangan selebriti tersebut.
"1-2 hari lalu itu saya dikomplain mengenai Raisa. Katanya 'Pak Presiden, ini satu lagi aset Indonesia lepas ke tangan asing'," ujar Jokowi kala itu. Setelah mencari informasi, ia mengetahui bahwa Hamish Daud merupakan keturunan Australia. "Karena, suaminya itu ternyata orang Australia," sambungnya.
Netizen Kenang "Hari Patah Hati Nasional"
Kembalinya momen ini di tengah kabar perceraian dianggap ironis oleh banyak netizen. Pernikahan yang dulu begitu disorot dan menciptakan tagar "Hari Patah Hati Nasional" kini justru diisukan berakhir.
Banyak komentar netizen yang mengaitkan kehebohan masa lalu dengan situasi sekarang. "Seheboh apa dulu di Twitter waktu mereka nikah, sampai cowok-cowok bikin 'Hari Patah Hati Nasional', karena ditinggal nikah Raisa, sekarang malah ada berita gini," tulis salah satu akun.
Akun lain menyindir, "Disaksikan presiden nikahnya, akhirnya prett kemudian." Sementara yang lain berkomentar, "Definisi semua akan prett pada waktunya."
Artikel Terkait
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan
Menteri Keuangan Buka Opsi Naikkan Batas Defisit APBN di Atas 3 Persen