Fakta Mencengangkan di Balik Mahasiswi UNS Penerima KIP-K yang Gaya Hidupnya Viral

- Selasa, 28 Oktober 2025 | 08:50 WIB
Fakta Mencengangkan di Balik Mahasiswi UNS Penerima KIP-K yang Gaya Hidupnya Viral

Viral Mahasiswi UNS Penerima KIP-K Diduga Hidup Hedon, Ini Faktanya

Kasus dugaan salah sasaran bantuan pendidikan kembali mencuat di media sosial. Seorang mahasiswi Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) diduga memiliki gaya hidup mewah atau hedon.

Sosok yang menjadi sorotan netizen tersebut adalah Thalita Kusuma Sandra. Namanya tercantum dalam Keputusan Rektor UNS Nomor 1824/un27/hk/2023 tentang Penerima Bantuan Pendidikan KIP-K UNS Tahun 2023.

Profil Thalita Kusuma Sandra di PDDikti

Berdasarkan data resmi PDDikti, Thalita Kusuma Sandra adalah mahasiswi aktif Program Studi Bisnis Digital angkatan 2023 di Universitas Sebelas Maret dengan NIM F0423074. Statusnya sebagai mahasiswi kampus negeri di Solo ini telah dikonfirmasi melalui basis data pendidikan tinggi.

Penyebab Viral: Gaya Hidup dan Video Club Malam

Kemarahan warganet dipicu oleh beredarnya video yang menunjukkan Thalita Kusuma Sandra sedang asyik berjoget di sebuah club malam. Dalam video viral tersebut, ia terlihat mengenakan pakaian yang minim dan tampak ceria di tengah keramaian.

Kehidupan malamnya ini dianggap bertolak belakang dengan statusnya sebagai penerima KIP-K, sebuah program bantuan pemerintah yang diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Kontroversi KIP-K Diduga Salah Sasaran

Program KIP-K dirancang khusus untuk membantu anak-anak dari keluarga miskin agar dapat mengenyam pendidikan tinggi. Gaya hidup Thalita yang terlihat mewah dalam video tersebut memunculkan pertanyaan serius tentang akurasi penyaluran bantuan ini.

Banyak netizen yang menilai bahwa jika benar Thalita adalah penerima KIP-K, maka terjadi kesalahan sasaran yang merugikan mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.

Klarifikasi yang Ditunggu

Hingga saat ini, baik Thalita Kusuma Sandra maupun pihak Universitas Sebelas Maret belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya kasus ini. Masyarakat masih menunggu klarifikasi dan penjelasan mengenai status sebenarnya dari mahasiswi tersebut.

Kasus ini menyoroti pentingnya evaluasi sistem penyaluran bantuan pendidikan agar benar-benar tepat sasaran dan mencapai tujuannya membantu pendidikan anak kurang mampu.

Editor: Yoga Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar