Makna Sumpah Pemuda ke-97: Generasi Muda Sebagai Motor Perubahan Bangsa
Peringatan Sumpah Pemuda ke-97 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk menegaskan peran generasi muda dalam menentukan arah pembangunan bangsa.
Menurut Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, semangat Sumpah Pemuda harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian, di mana pemuda menjadi penggerak utama perubahan sosial dan politik Indonesia.
"Sumpah Pemuda adalah momentum sejarah yang menandai lahirnya kesadaran kolektif untuk bersatu," tegas Saadiah dalam keterangan pers, Rabu 29 Oktober 2025.
Legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini menekankan bahwa generasi muda Indonesia saat ini tidak boleh lagi dipandang sebagai pelengkap atau objek politik semata. Mereka justru harus diberikan ruang yang luas untuk tampil dan memimpin proses perubahan.
"Kita tidak bisa lagi memandang anak muda hanya sebagai objek politik. Mereka adalah subjek utama dalam perubahan sosial," jelas politikus perempuan asal Maluku tersebut.
Saadiah menambahkan bahwa makna kontemporer Sumpah Pemuda terletak pada keberanian generasi muda untuk berkolaborasi, menyuarakan aspirasi, dan memimpin gerakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.
"Sumpah Pemuda di masa kini adalah keberanian untuk bersuara, berkolaborasi lintas latar belakang, dan berani memimpin gerakan yang membawa manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial
Pemuda Tewas Dibunuh di Kamar Penginapan Medan, Jenazah Dibuang ke Sungai
Polisi Usut Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS, DPR Desak Penanganan sebagai Percobaan Pembunuhan