Rocky Gerung Bongkar Alasan Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Whoosh: Ada yang Ditutupi?

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 02:50 WIB
Rocky Gerung Bongkar Alasan Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Whoosh: Ada yang Ditutupi?
Pernyataan Jokowi Soal Kereta Cepat Whoosh Ditanggapi Rocky Gerung

Rocky Gerung Sebut Pernyataan Jokowi Soal Whoosh Sebagai Upaya Pembenaran

Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan tanggapan atas sorotan publik terhadap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh). Sorotan utama berkaitan dengan besarnya utang pemerintah yang dinilai membebani keuangan negara.

Dalam pernyataannya, Jokowi menegaskan bahwa pembangunan Whoosh bukan hanya proyek infrastruktur biasa, melainkan sebuah investasi jangka panjang. Ia berharap proyek ini dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan bagi masyarakat. Jokowi juga berargumen bahwa kemacetan parah antara Jakarta dan Bandung telah menimbulkan kerugian produktivitas yang jauh lebih besar daripada biaya pembangunan kereta cepat itu sendiri.

Kritik Tajam dari Rocky Gerung

Pandangan Jokowi tersebut langsung mendapat respons kritis dari pengamat politik Rocky Gerung. Rocky menilai komentar Jokowi sebagai upaya mencari pembenaran atas kebijakan yang sedang disorot publik dan diperiksa oleh aparat penegak hukum.

"Pada akhirnya Presiden Jokowi terpancing berkomentar soal kereta cepat. Itu penanda bahwa ada sesuatu yang dia antisipasi. Membahayakan siapa? Ya tentu dirinya yang lagi disorot dalam kasus ini," ujar Rocky Gerung melalui kanal YouTube-nya, seperti dikutip pada Kamis, 30 Oktober 2025.

Rocky melihat respons Jokowi terkesan defensif dan berusaha mencari alasan untuk membenarkan proyek yang kini diwarnai dugaan penyimpangan.

Isu Whoosh Dinilai Lebih Efektif Sentuh Citra Jokowi

Menurut analisis Rocky, isu proyek Kereta Cepat Whoosh menjadi sorotan yang paling efektif terhadap citra Jokowi. Ia menilai isu ini bahkan lebih kuat dampaknya dibandingkan isu-isu lain seperti dinasti politik atau ijazah palsu yang pernah mencuat.

Rocky menegaskan bahwa inti perdebatan bukan terletak pada penting atau tidaknya transportasi publik. Masalah utamanya adalah adanya dugaan mark-up anggaran dan potensi penyimpangan dalam proyek tersebut.

"Jadi masalahnya bukan keuntungan sosial, tapi kerugian yang disebabkan oleh salah perencanaan. Dugaan mark-up, cash back, dan sebagainya itulah yang sedang jadi perhatian," tegasnya.

Rocky menambahkan, jika Jokowi mulai merasa terganggu dengan sorotan ini, hal itu harus dibaca sebagai upayanya untuk menghindar dari sorotan kasus korupsi yang sedang mengemuka.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar