Banjir Semarang Belum Surut, BNPB Tambah Armada Pesawat Modifikasi Cuaca
Banjir di Kota Semarang, Jawa Tengah, hingga saat ini masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Genangan air sisa hujan deras sebelumnya masih terlihat di berbagai titik, terutama di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga kawasan Genuk, menghambat aktivitas masyarakat dan lalu lintas kendaraan.
Dampak Banjir Semarang dan Kondisi Terkini
Berdasarkan pantauan Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, ketinggian air di beberapa lokasi, seperti di depan RSI Sultan Agung, bahkan kembali meningkat mencapai 90 sentimeter. Truk besar kesulitan melintas, sementara kendaraan kecil sama sekali tidak dapat melalui jalur yang terendam. Banyak pekerja di kawasan industri Kaligawe terpaksa menumpang truk untuk dapat beraktivitas.
Data terbaru menunjukkan banjir masih merendam 15 kelurahan yang tersebar di 3 kecamatan. Sebanyak 22.669 jiwa terdampak, dengan 39 orang mengungsi. Tragisnya, tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan terkait banjir, dan satu orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Upaya Penanganan Banjir Semarang oleh BNPB
Untuk mempercepat surutnya genangan air, BNPB bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Pusat Pengendalian Sarana dan Prasarana Sumber Daya Air (PPSDA) terus mengoperasikan pompa-pompa air. Air yang menggenangi kawasan tengah dan utara kota disedot menuju dua kolam retensi sebelum dialirkan ke Laut Jawa.
Namun, tantangan masih muncul karena debit air terus bertambah akibat pasokan dari hulu Sungai Tenggang dan Sringin yang belum berhenti. Radar cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang juga masih mendeteksi awan konvektif dengan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa titik, mengancam memperparah kondisi banjir yang ada.
Strategi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Banjir Semarang
Menghadapi situasi ini, BNPB mengambil langkah strategis dengan menambah armada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penambahan pesawat penabur bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO) ini bertujuan untuk mengendalikan awan pembawa hujan yang mengepung Semarang dari berbagai arah.
Sebelumnya, BNPB telah mengerahkan satu pesawat Cessna Caravan PK-SNM, namun pembentukan awan yang masif membuat satu armada dinilai belum cukup. Mulai Kamis (30/10/2025), pesawat tambahan akan dikerahkan dengan cakupan operasi lebih luas, ditempatkan di Lanud Adi Soemarmo, Solo, sebagai posko OMC wilayah selatan Jawa Tengah.
Dengan penambahan kekuatan udara ini, BNPB berharap upaya percepatan penanganan banjir Semarang dan mitigasi bencana ke depan dapat berjalan lebih optimal, memastikan hujan dapat diarahkan ke tempat yang tidak memperparah genangan.
Artikel Terkait
Aktivis Kampus dan HAM Terancam, dari Intimidasi Digital hingga Serangan Air Keras
Syekh Ahmad Al Misry Jadi Sorotan Terkait Inisial SAM dalam Laporan Pelecehan Seksual
Kapolda NTT Copot Dirresnarkoba Terkait Dugaan Pemerasan Rp375 Juta
Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Picu Perdebatan Norma di Media Sosial