CEO Infipop Irfan Prabowo menyatakan mayoritas krisis terjadi akibat komunikasi yang buruk. Menurutnya, konten berempati menjadi solusi kunci mengatasi masalah komunikasi di ruang digital maupun publik.
Dalam Rakernas Partai Perindo di Ancol, Jakarta Utara, Irfan menekankan pentingnya memahami karakteristik audiens sebelum menyampaikan konten. "Empati harus terjaga dalam komunikasi dengan audiens untuk mendapatkan dampak positif," ujarnya.
Irfan menjelaskan strategi menghadapi konflik tanpa kepanikan. Langkah pertama adalah mengakui kesalahan, menerima, dan memvalidasi perasaan audiens sebelum memberikan penjelasan. Pendekatan empati ini mencegah eskalasi kemarahan audiens.
Dia menambahkan, memahami akar penyebab kemarahan audiens terhadap pernyataan atau kebijakan merupakan langkah krisis management yang efektif. Validasi emosi audiens menjadi prasyarat sebelum menyampaikan penjelasan lebih lanjut.
"Dengan pendekatan empati, komunikasi kita akan lebih mudah diterima publik," pungkas Irfan menutup paparannya tentang pentingnya komunikasi berempati dalam mencegah krisis.
Artikel Terkait
Kroasia Cetak Sejarah ke Final, Prancis Juara Piala Dunia 2018 Usai Kalahkan Perlawanan Dramatis
BCA Tetapkan Syarat Saldo Rp5 Miliar untuk Masuk Program Nasabah Premium Solitaire
10 Ide Bisnis yang Tetap Laris Manis di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Gibran Minta Hormati Proses Hukum Roy Suryo dan Dokter Tifa, Doakan Kesembuhan