OTT KPK Riau: Tenaga Ahli Gubernur Abdul Wahid Serahkan Diri Usai Hilang

- Selasa, 04 November 2025 | 13:50 WIB
OTT KPK Riau: Tenaga Ahli Gubernur Abdul Wahid Serahkan Diri Usai Hilang

Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid Serahkan Diri ke KPK Usai OTT

Dani M Nursalam (DMN), Tenaga Ahli Gubernur Riau Abdul Wahid, telah menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah sebelumnya menghilang saat operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan.

Menurut juru bicara KPK Budi Prasetyo, selain 9 orang yang sudah diamankan, terdapat satu orang lainnya yang datang secara sukarela ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan pada Selasa malam, 4 November 2025.

"Selain mengamankan 9 orang, DMN juga sudah tiba di gedung merah putih untuk dilakukan pemeriksaan," jelas Budi kepada wartawan.

Budi menambahkan bahwa Dani M Nursalam langsung menjalani proses pemeriksaan setelah menyerahkan diri. "Saat ini penyidik juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap satu pihak lainnya, saudara DMN, selaku Tenaga Ahli Gubernur. Sehingga total yang sedang dilakukan pemeriksaan oleh penyidik saat ini berjumlah 10 orang," pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Dani sempat dicari oleh petugas KPK namun tidak ditemukan, hingga akhirnya memutuskan untuk menyerahkan diri secara langsung.

Operasi tangkap tangan ini dilakukan KPK pada Senin, 3 November 2025 di Riau, dengan mengamankan total 10 orang. Dari jumlah tersebut, 9 orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta Selatan.

Kedatangan tersangka ke KPK dilakukan dalam beberapa gelombang. Sebanyak 8 orang tiba pada pukul 09.35 WIB, dengan 5 orang masuk melalui pintu belakang dan 3 orang lainnya melalui pintu depan, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid, Kepala Dinas PUPR Pemprov Riau Muhammad Arif Setiawan, dan Sekretaris Dinas PUPR Pemprov Riau Ferry Yunanda.

Satu orang lainnya, Tata Maulana yang merupakan orang kepercayaan Abdul Wahid, baru tiba di Gedung Merah Putih KPK pada pukul 18.56 WIB.

Dalam operasi ini, KPK juga berhasil mengamankan uang tunai senilai lebih dari Rp1 miliar yang terdiri dari berbagai mata uang, termasuk Rupiah, dolar Amerika Serikat, dan Poundsterling.

Editor: Andri Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar