PARADAPOS.COM - Seorang petugas keamanan di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok, Khoirul Anam, membuktikan bahwa dedikasi dan semangat belajar bisa melahirkan prestasi yang berdampak luas. Berawal dari tugas rutin menjaga keamanan dan melayani nasabah, pria asal Lampung ini mengembangkan diri menjadi seorang penulis dan peneliti, bahkan berhasil mencetak rekor MURI untuk kontribusi ilmiahnya dalam meningkatkan kualitas layanan perbankan.
Dari Jaga Shift ke Menulis Karya Ilmiah
Rutinitas Khoirul Anam di BRI Tanjung Priok tampak seperti petugas keamanan pada umumnya: menjaga aset, memastikan situasi kondusif, dan melayani nasabah dengan ramah. Namun, di balik seragamnya yang rapi, tersimpan ketekunan luar biasa. Ia memanfaatkan waktu luang usai jam jaga, meski badan lelah, untuk menulis. Awalnya hanya catatan pergantian shift, namun aktivitas itu berkembang menjadi refleksi mendalam, artikel ilmiah, hingga buku.
Nilai-nilai kerja keras, disiplin, dan kejujuran yang ditanamkan sejak kecil dari keluarganya di Kabupaten Tanggamus, Lampung, ternyata selaras dengan budaya kerja di tempatnya bertugas. Integritas dan tanggung jawab yang ia junjung tinggi dalam setiap tindakan menjadi fondasi bagi perkembangan dirinya.
Pendidikan dan Semangat Belajar Tanpa Henti
Growth mindset atau pola pikir berkembang yang dipegang Khoirul terwujud dalam perjalanan pendidikannya. Dengan tekad kuat, ia menyelesaikan program S1 Manajemen di Universitas Pamulang melalui kelas karyawan. Perjalanan akademisnya tidak berhenti di situ. Ia juga menamatkan S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah, dan berhasil meraih gelar S2 Magister Manajemen dari Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma.
Pendidikan formal tersebut tidak ia dapatkan dengan mudah, tetapi diraih dengan pengorbanan waktu dan tenaga di sela kesibukan kerja. Hal ini menunjukkan komitmennya yang luar biasa untuk terus berkembang, jauh melampaui tuntutan dasar profesinya.
Riset Berbasis Pengalaman Lapangan
Keunikan karya Khoirul terletak pada sumber inspirasinya: pengalaman langsung di lapangan. Ia merangkai riset dengan mengangkat isu-isu yang ia hadapi sehari-hari, seperti pengamanan objek vital, manajemen risiko di lingkungan perbankan, hingga peran sumber daya manusia dalam kualitas pelayanan. Dengan memadukan observasi praktis dengan teori akademik, lahir 13 karya ilmiah yang membawanya meraih penghargaan rekor MURI.
Lebih dari sekadar tulisan, penelitiannya diterapkan dan memberikan dampak nyata. Salah satu risetnya berfokus pada analisis kinerja frontliner atau petugas layanan depan.
"Waktu itu saya pernah meneliti tentang analisis kinerja frontliner. Waktu itu mungkin masih ada komplain, dan setelah diadakan penelitian ini, Alhamdulillah sudah berkurang dan sangat-sangat berkurang, dan hampir tidak ada komplain begitu," ungkapnya dalam program Top News Metro TV, Jumat, 6 Februari 2026.
Kutipan tersebut menunjukkan bagaimana karyanya berfungsi sebagai alat perbaikan yang konkret, mengurangi keluhan nasabah, dan secara langsung meningkatkan standar layanan.
Akuntabilitas yang Memberi Dampak Nyata
Prestasi Khoirul Anam adalah contoh nyata dari akuntabilitas. Hasil pemikiran dan penelitiannya tidak berakhir di rak perpustakaan, tetapi diimplementasikan untuk membawa perbaikan. Rekor yang ia raih bukan sekadar pencapaian individu, melainkan cerminan semangat kolaborasi dan lingkungan kerja yang mendukung di BRI.
Institusi tempatnya bekerja memberikan ruang bagi setiap insan, termasuk petugas keamanan, untuk tumbuh dan berkontribusi lebih. Dukungan dari pimpinan dan rekan kerja menjadi bentuk kepercayaan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk memberikan nilai tambah, terlepas dari posisi atau latar belakangnya. Kisah Khoirul Anam mengajarkan bahwa profesionalisme sejati terletak pada konsistensi, keinginan untuk belajar, dan keberanian untuk menerapkan ilmu demi kemajuan bersama.
Artikel Terkait
Sistem Anti-Spam Pemerintah Cegah Potensi Kerugian Rp8 Triliun dalam 6 Bulan
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok Terkait Suap Eksekusi Lahan Rp 850 Juta
Menlu: Dewan Perdamaian Gaza Belum Bergerak Nyata, Masih Tahap Konsultasi
Pemulihan Pasca-Bencana Aceh Utara Tersendat, Warga Terjebak Isolasi dan Kondisi Pengungsian Mengkhawatirkan