PARADAPOS.COM - Kebun Raya Bogor menjadi pusat perhatian publik setelah bunga bangkai raksasa (Amorphophallus titanum) mekar sempurna pada Jumat (6/2/2026) pagi. Fenomena botani langka ini menarik ratusan pengunjung yang rela antre panjang untuk menyaksikannya. Bunga setinggi 140 cm ini terakhir kali mekar pada 2014, menjadikan momen kali ini sebagai peristiwa yang sangat dinantikan dan hanya berlangsung singkat.
Koleksi Berharga yang Hanya Mekar Satu Dekade Sekali
Bunga bangkai yang sedang menjadi primadona itu bukanlah tanaman baru. Ia merupakan koleksi berharga yang telah ditanam dan dirawat di Kebun Raya Bogor sejak 1992. Jarangnya fenomena mekar sempurna—dengan selang waktu belasan tahun—menjadikannya sebuah pertunjukan alam yang istimewa. Frekuensi mekar yang sangat jarang ini pula yang memicu antusiasme luar biasa dari masyarakat, baik kalangan pencinta tanaman maupun masyarakat umum yang penasaran.
Suasana antusias itu terlihat jelas di antara para pengunjung yang memadati lokasi. Salah satunya adalah Riane, seorang warga Jakarta yang sengaja datang setelah mendapatkan informasi dari media sosial.
"Sangat antusias, sengaja datang ke sini karena tahu dari media sosial kalau bunganya mekar. Ini momen langka, belum tentu sepuluh tahun lagi bisa lihat lagi," ungkapnya.
Masa Mekar Singkat dan Aturan Khusus Pengunjung
Melihat tingginya gelombang pengunjung, pihak pengelola telah bersiap-siap. Mereka memberlakukan aturan khusus di sekitar lokasi untuk melindungi tanaman dan mengatur kenyamanan pengunjung. Penjagaan diperketat dan waktu berkunjung setiap kelompok dibatasi dengan ketat.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Selain untuk menjaga ekosistem tanaman yang rentan, langkah ini juga diperlukan mengingat antrean yang mengular. Zaenal Arifin, selaku Pengelola Kebun Raya Bogor, menjelaskan pertimbangan di balik aturan tersebut.
"Kami harus membatasi waktu pengunjung di area lokasi bunga untuk menjaga ekosistem tanaman agar tidak rusak dan memastikan keselamatan serta kenyamanan pengunjung lainnya karena antrean yang cukup panjang," jelasnya.
Kesempatan Terbatas Menyaksikan Keajaiban Botani
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung, waktu yang tersisa sangat terbatas. Berdasarkan pengamatan botanis, bunga diperkirakan akan bertahan dalam kondisi mekar sempurna hanya sekitar dua hari sebelum akhirnya layu dan memasuki fase dorman atau tidur panjangnya kembali. Momen singkat ini menjadi kesempatan emas untuk belajar langsung tentang keunikan dan siklus hidup tanaman langka.
Kehadiran bunga bangkai ini memperkuat fungsi Kebun Raya Bogor bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi lebih penting lagi sebagai pusat konservasi dan edukasi botani terkemuka di Indonesia. Peristiwa langka ini menjadi pengingat betapa berharganya kekayaan biodiversitas negeri ini dan pentingnya upaya pelestarian yang berkelanjutan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam di Pegadaian Turun Signifikan, 1 Gram Anjlok Rp110.000
BMKG Imbau Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
Bank of China Gelar Forum di Medan untuk Dorong Transaksi Rupiah-Yuan
ASEAN Gelar Perayaan Imlek Perdana di Sekretariat Jakarta, Tandai Kekuatan Budaya sebagai Perekat Kawasan