Zulkifli Hasan Buka Peluang Maju sebagai Cawapres 2029 Usai Dukungan Internal PAN

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 06:25 WIB
Zulkifli Hasan Buka Peluang Maju sebagai Cawapres 2029 Usai Dukungan Internal PAN

PARADAPOS.COM - Wacana politik jelang Pemilihan Presiden 2029 kembali memanas dengan menguatnya nama Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan, sebagai calon wakil presiden potensial. Isu ini mencuat setelah muncul dorongan dari internal partainya agar Zulhas, sapaan akrabnya, mendampingi Presiden Prabowo Subianto yang diperkirakan akan mencalonkan diri kembali. Respons politisi senior ini terhadap desakan tersebut justru menambah ruang spekulasi, alih-alih meredamnya.

Pernyataan yang Memantik Spekulasi

Di sela kegiatan penyaluran bantuan sosial di Makassar, Zulkifli Hasan memberikan pernyataan terbuka yang langsung menarik perhatian publik. Tanpa secara eksplisit mengonfirmasi atau membantah wacana pencalonannya, ia menyampaikan komentar reflektif mengenai perjalanan politiknya.

"Saya ini kalah 15 tahun. Masa menangnya cuma 10 tahun? Harus lebih lama dari itu," ujarnya.

Ia kemudian melanjutkan dengan nada optimis, "Kalau menang, ya menang sampai sukses. Bisa dua kali, tiga kali."

Dukungan dari Internal Partai

Pernyataan Zulhas itu tidak muncul dalam ruang hampa. Sebelumnya, sejumlah elite PAN telah secara terbuka menyuarakan dukungan untuk mengusungnya sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada 2029. Dorongan dari dalam partai inilah yang membuat namanya melesat dalam bursa cawapres, mengisi ruang perbincangan yang masih panjang jelang pertarungan elektoral lima tahun mendatang. Analisis politik melihat pernyataan Zulhas sebagai sinyal halus bahwa ia terbuka terhadap kemungkinan tersebut, meski tetap menjaga ruang manuver politiknya.

Dinamika Koalisi dan Pertanyaan ke Depan

Menguatnya wacana pasangan Prabowo-Zulhas juga menyisakan pertanyaan mengenai peta koalisi ke depan. Saat ini, dukungan terhadap Presiden Prabowo untuk periode kedua terlihat solid dari berbagai partai politik. Namun, dinamika untuk posisi wakil presiden, termasuk nasib politik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, masih menjadi wilayah yang penuh ketidakpastian. Perkembangan ini menunjukkan bahwa meski Pilpres 2029 masih jauh, geliat dan manuver politik telah mulai terasa, menandai dimulainya fase pembentukan narasi dan kekuatan koalisi.

Editor: Rico Ananda

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar