Bulog Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Asia Tenggara pada 2026

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 19:25 WIB
Bulog Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras ke Asia Tenggara pada 2026

PARADAPOS.COM - Perum Bulog menargetkan ekspor beras sekitar satu juta ton pada tahun 2026, dengan fokus utama pada pasar negara-negara tetangga di Asia Tenggara. Target ambisius ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, dalam sebuah forum publik di Jakarta, Sabtu (8/2). Langkah strategis ini ditempuh menyusul pencapaian swasembada beras Indonesia, sekaligus sebagai upaya memperkuat posisi negara di kancah perdagangan pangan regional.

Pasar Regional Asia Tenggara Jadi Sasaran Utama

Dalam paparannya, Rizal Ramdhani secara spesifik menyebut Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini sebagai tujuan utama ekspor. Pemilihan negara-negara tersebut bukan tanpa alasan. Selain kedekatan geografis yang memberikan keunggulan logistik, kebutuhan beras di kawasan ini dinilai masih memiliki potensi besar yang dapat dipenuhi melalui kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan.

Untuk mewujudkan target tersebut, Bulog tidak bekerja sendiri. Lembaga pangan negara ini telah melakukan sejumlah langkah diplomasi perdagangan yang intensif.

"Nah, 1 juta ton beras itu (diekspor) ke mana saja? Yang pertama targetnya adalah negara-negara tetangga kita, Asia Tenggara, yaitu Malaysia, Timor Leste, Papua Nugini. Insya Allah terwujud (ekspor beras)," jelas Rizal.

Koordinasi telah dilakukan dengan atase perdagangan di negara tujuan. Yang menarik, upaya ini juga melibatkan peran atase militer untuk mempermulus proses diplomasi dan memastikan kelancaran distribusi.

"Bahkan, juga dibantu oleh atase-atase militer untuk mengkomunikasikan supaya ini bisa terwujud," tambahnya.

Menyiapkan Pasokan Khusus untuk Jamaah Haji 2026

Selain mengejar pasar komersial di kawasan, Bulog juga mendapat penugasan khusus dari pemerintah. Lembaga ini ditugaskan untuk menyiapkan pasokan beras bagi jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Arab Saudi pada musim haji 2026. Tugas ini penting untuk memastikan ketersediaan beras lokal yang sesuai dengan selera dan kebiasaan makan mayoritas jamaah Indonesia.

"Kami kemarin dapat perintah untuk segera berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Kementerian Perdagangan untuk mengekspor beras 4.000 ton untuk kebutuhan jamaah haji di tahun 2026," ungkap Rizal.

Rencana pengiriman beras untuk kebutuhan spiritual ini telah masuk dalam agenda prioritas. Bulog berencana segera mengirimkan pasokan awal dalam waktu dekat, setelah melalui proses koordinasi tingkat tinggi.

"Syukur alhamdulillah, besok Senin (9/2) kami akan melakukan rapat koordinasi terbatas (Rakortas), mudah-mudahan diputuskan dan dalam waktu dekat, sekitar Maret, sudah kami kirim ke Saudi Arabia," katanya.

Optimisme dan Tantangan Ke Depan

Direktur Utama Bulog menyampaikan optimisme yang tinggi bahwa seluruh target ekspor ini dapat direalisasikan sesuai jadwal. Keyakinan ini ditopang oleh koordinasi yang terjalin erat antar kementerian dan lembaga, serta dukungan dari berbagai pihak terkait. Pencapaian swasembada, dalam pandangan ini, bukan akhir perjalanan, melainkan pintu gerbang menuju fase baru di mana Indonesia dapat berkontribusi lebih besar pada stabilitas pangan regional, dimulai dari kawasan terdekat.

Meski demikian, realisasi di lapangan tentu akan menghadapi dinamikanya sendiri, mulai dari kesiapan logistik, fluktuasi harga, hingga ketatnya persaingan di pasar global. Keberhasilan rencana ini akan sangat bergantung pada kesigapan eksekusi dan sinergi berkelanjutan antar pemangku kepentingan.

Editor: Paradapos.com

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar